Sebelumnya
“Yuk, lindungi lansia di sekitar kita, antarkan orang tua kita untuk mengikuti vaksinasi booster,” ajak @DKIJakarta.
Akun @liquidkermit mengatakan, jeda 3 bulan merupakan waktu ideal untuk memberikan booster kepada lansia. Bahkan, kata dia, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi primer Sinovac 3 suntikan (sebelum booster).
“Sayangnya baru sekarang berubahnya,” katanya.
Baca juga : Para Sepuh, Yuk Ikutan Booster
Akun @dewikpras mengatakan, aturan ini sudah berjalan di Jawa Tengah. Di Salatiga, kata dia, suntik vaksin Covid booster dilakukan minimal 3 bulan dari vaksin kedua. Soalnya, di Salatiga setiap hari banyak sekali yang positif Covid-19.
“Di Semarang sudah dijalankan. Saya sudah booster walaupun baru 5 bulan,” timpal @ ariyantoadisubroto. “Alhamdulillah orang tua saya sudah dapat dari beberapa minggu lalu,” tambah @store.dnd.
Akun @yulitasariayu berharap kebijakan mempercepat jeda vaksin booster diperluas ke jenjang usia yang lebih rendah. Kata dia, kalau semua usia rata bisa 3 bulan setelah vaksin primer lengkap, mungkin kasus Omicron bisa ditekan seminimal mungkin.
Baca juga : Nggak Pakai Lama, 3 Bulan Setelah Vaksinasi Primer, Lansia Bisa Langsung Booster
Sementara @fajararibowo meminta Kemenkes segera menginput data terbaru para lansia yang sudah boleh mendapat booster. Jangan sampai, kata dia, fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) atau pelayan vaksin dan juga tenaga kesehatan (nakes) kerepotan menginput data sasaran vaksinnya.
Akun @ajengrizkif menyambut baik kebijakan mempercepat jeda vaksin booster bagi lansia. Hanya saja, dia mempertanyakan sistem informasi dan sarana prasarana kebijakan tersebut. Kata dia, kalau PeduliLindungi belum disinkronkan untuk kebijakan ini, akan merepotkan pelaksana di lapanagan.
“Tiket belum keluar, tapi kebijakan sudah jalan. Nanti kalau nggak bisa diinput pelaksana bawah lagi yang kena marah,” tutur dia. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.