BREAKING NEWS
 

Kali Ini Disuarakan Banteng Senior

Jokowi Tambah 3 Tahun Rame Lagi

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 8 Agustus 2022 06:40 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Instagram @Jokowi).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi kembali muncul. Kali ini disuarakan politisi senior PDIP Effendy. Dia mengusulkan agar masa jabatan Jokowi di periode kedua ini ditambah 3 tahun. Wacana ini pun langsung jadi isu rame lagi.

Usulan ini disampaikan Simbolon dalam diskusi Total Politik di Warung Wow, Jakarta Selatan, kemarin. Dia beralasan, banyak hal positif yang ditorehkan Jokowi.

"Beliau berani membubarkan ini, membubarkan itu. Salut saya kepada beliau. Oleh karenanya, mari dorong beliau untuk tegak. Bahkan, kalau saya pribadi, tambah tiga tahun pun saya masih setuju," tegas kader banteng itu.

Baca juga : Polisi dan Risma Seirama

Simbolon memandang, saat ini Indonesia butuh pemimpin kuat untuk menghadapi arus deras yang sejak terjadi. Sosok pemimpin kuat itu ada di diri Jokowi. “Ketegaran beliau menantang arus, itu yang membuat saya hormat dan respect kepada sosok yang namanya Pak Jokowi," ucapnya.

Ia menganggap, tidak ada masalah dengan penambahan masa jabatan Jokowi selama 3 tahun. Asalkan, penambahan itu untuk menuntaskan kemantapan dan kemapanan ideologi.

Mengenai legitimasi penambahan masa jabatan presiden, kata dia, hal itu bisa dilakukan sepanjang didorong 9 fraksi di DPR. Jika 9 fraksi semua kompak untuk melakukan amandemen, perpanjangan itu bisa dilakukan.

Baca juga : Banteng Ternyata Butuh Teman

Simbolon lalu menyinggung Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang menjabat lebih dari dua periode. “Kalau kurang dari satu periode 5 tahun boleh, perpanjangan juga saya kira tidak ada hal yang dilarang,” ucapnya.

Wacana ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga pernah mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden. Bedanya, Bahlil dan Imin, sapaan akrab Muhaimin, mengusulkan pertambahan masa jabatan hanya 2 tahun.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, belum lama ini mengeluarkan pernyataan hampir serupa. Bos Media Group itu mewacakan, Pemilu 2024 dihilangkan saja kalau ujung-ujungnya menimbulkan perpecahan.

Adsense

Baca juga : Pagi Ini, BMKG Prakirakan Cuaca Di Jakarta Cerah Berawan

"Buat apa pemilu jika bangsa ini terpecah. Lebih baik tidak ada pemilu kalau itu memberikan konsekuensi membuat perpecahan,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense