Sebelumnya
“Kita sepakat dengan Pemerintah untuk (golongan) 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA jadi 1.200 VA,” kata said saat rapat Panja dengan Kementerian Keuangan tentang RUU APBN 2023, senin (12/9).
Dua hari lalu, Said pun meluruskan pernyataannya. Dia menjelaskan, saat rapat antara Banggar dengan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, sesungguhnya membicarakan agenda besar peralihan energi untuk menyehatkan APBN.
“Sayangnya yang digoreng di media sosial hanya penggalan kalimat saya terkait penghapusan daya listrik 450 VA untuk rumah tangga miskin,” sesal Said dalam keterangannya, senin (19/9).
Baca juga : Terima Global Citizen Award, Jokowi Sukses Promosikan Perdamaian Dunia
Dia memastikan, pihaknya tidak berniat menghapus pelanggan dengan daya listrik 450 VA. Keputusan tersebut tidak tertera di Banggar DPR.
Said menjelaskan, pernyataannya bermula dari data penerima bantuan sosial (bansos) dari kelompok pengguna daya listrik 450 VA yang dianggap bermasalah.
“Yang mau diminta ke Pemerintah dari 25,9 juta pelanggan 450 VA itu hanya 9,5 yang masuk di DTKS yang dapat bantuan sosial, selebihnya 13,9 juta itu tidak masuk di DTKS. Itu artinya, dia tidak tersentuh bansos,” kata Said di Gedung MPR/DPR, kemarin.
Baca juga : Jokowi: Jangan Sampai, Yang Di Bawah Resah Gara-gara Statement Itu...
Kemudian, Said mengatakan, ada dua kemungkinan kenapa mereka tidak tersentuh bansos. Yaitu, mereka belum terdata, atau dinyatakan layak tetapi masih menggunakan 450 VA.
“Padahal, pada saat yang sama 6 juta pelanggan PLN yang 900 VA itu tetap dapat subsidi, tapi 22 juta yang 900 VA juga tidak dapat subsidi, kan ada kriterianya,” tuturnya.
Said lantas menekankan perlunya dilakukan verifikasi untuk 13,9 juta pengguna daya 450 VA yang tidak masuk DTKS.
Baca juga : Beban Rakyat Makin Sempurna
“Kasihan yang 13,9 juta ini tetap di posisi 450 VA tapi kenapa tidak dapat bansos? Kan berarti memang soal data,” tuturnya.
Apabila, termasuk kurang mampu maka tidak dialihkan dayanya dan mendapat bansos.
“Bukan ujug-ujug, bagaimana caranya ngapus 450 VA, mulai gila iki lho, nggak mungkinlah,” tegas said. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.