BREAKING NEWS
 

Kudu Lahirkan Sosok Pemimpin Beretika

Pemilu 2024 Nggak Ada Alasan Ditunda

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 19 Desember 2022 08:00 WIB
Dari kanan: Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said, Pengamat Ekonomi Ninasapti Triaswati, Pegiat Seni Ronal Surapradja, dan Pengamat Politik Siti Zuhro saat diskusi bertema “Ngopi dari Sebrang Istana: Merangkum 2022, Menyambut 2023” di Jakarta, Minggu (18/12/2022). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
“Kalau melambat, iya. Kita di lingkungan akademis dan para ekonom sepakat, Indonesia tahun depan tidak akan resesi. Karena tidak minus. Asalkan, beberapa pekerjaan rumahnya diselesaikan,” ingat Ninasapti.

Menurutnya, resesi hanya bisa terjadi jika dipengaruhi oleh faktor eksternal. Seperti kemungkinan meletusnya perang dunia ketiga. Namun, dari sisi internal, perekonomian Indonesia masih bakal tumbuh.

Baca juga : Kocok Ulang Atau Tidak, Rakyat Sih Terserah Saja

Oleh karenanya, lanjutnya, Indonesia perlu pemimpin yang paham kondisi global. “Untuk faktor internal bisa diatasi jika pemerintah mau memotong ang­garan yang tidak perlu. Kalau itu tidak dilakukan, maka utang bertambah,” pesan Ninasapti.

Sedangkan Asfinawati me­nambahkan, berbagai undang-undang yang disahkan DPR harus segera direvisi. Pasalnya, tahun depan sudah memasuki tahun politik dan berpotensi mengekang partisipasi masyara­kat.

Baca juga : Satupena Berikan Penghargaan Penulis Berdedikasi Ke Musdah Mulia Dan Eka Budianta

“Misalnya KUHP, ini harus segera direvisi. Bicara hukum, harus ada partisipasi masyarakat yang bermakna. Para politisi bicaranya tidak bisa menyenang­kan semua orang. Tapi kalau yang tidak menguntungkan pemerintah, direvisi terus,” sindirnya sambil berharap, presiden Indonesia berikutnya juga harus sosok yang dapat memimpin reformasi di tubuh Polri.

Sementara Arifin menambahkan, sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia, rakyatIndonesia punya semangat saling membantu yang tinggi. Lembaga filantropi seperti BAZNAS berperan strategis untuk membantu pemu­lihan ekonomi nasional. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense