Sebelumnya
“Tegas, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” saut @Supriyanto. “Basmi semua KKB di Papua, biar Papua aman dan tertib,” tambah @Muhammad_Panji_Setyo.
Menurut @Aswin_wahana, aparat jangan lagi mempedulikan HAM saat menumpas KKB di Papua. Sebab, kata dia, saat aparat atau masyarakat umum tertembak mati oleh KKB di Papua, para pegiat HAM pun diam saja.
“Negara harus hadir dan warga terjamin keamanan mereka selama di Papua,” pinta @Agtrie.
Baca juga : Teroris Papua Sadisnya Kelewatan
Akun @Ahmad_Firdaus mengaku heran Pemerintah masih melakukan pendekatan humanis bila setiap saat rakyat sipil dan TNI/Polri jadi sasaran pembantaian KKB dan korban terus berguguran. Dia bilang, pendekatan humanis terhadap KKB bisa dianggap sebagai kelemahan Pemerintah terhadap opini internasional.
“Betul KKB tidak perlu dilunaki karena ngelunjak dan mempermalukan TNI/Polri. Sehingga sebaiknya dibinasakan,” saran @Nasionalis_76.
Menurut @orangdusun, TNI/Polri mesti punya strategi untuk dapat melumpuhkan KKB di Papua. Kata dia, saat ini aparat kalah dalam hal mengenali medan yang berat di Papua.
Baca juga : Sialan, TerorisĀ Itu Masih Ada..
“Sedih karena selama ini negara kalah dengan KKB di Papua,” ujar @Fipaath.
Akun @Heron menimpali. Dia bilang
negara bukannya kalah. Dulu, kata dia, selagi masih bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM) belum menjadi KKB, mereka tidak seberingas sekarang ini.
Baca juga : Kenapa Tak Pernah Ambil Pelajaran?
“(Dulu) OPM langsung berhadapan dengan TNI. Tapi saat ini karena dibilang tindakan kriminal, ya tugas polisi,” kata dia.
Namun, @Robert_Redah tidak setuju dengan langkah militer dalam menangani KKB di Papua. Dia mengklaim orang Papua pada dasarnya baik, sehingga dapat didekati dari hati ke hati. Dan TNI, kata dia, sudah melakukan itu dengan baik selama ini.
“Pemerintah harus menuntaskan teroris KKB di Papua, hingga keadaan benar-benar kondusif dan damai tanpa adanya teroris KKB lagi di tanah Papua,” desak @gusradank. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.