Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kenaikan Harga BBM Tidak Berdampak Besar Terhadap Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 29 Oktober 2022 19:09 WIB
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Ist)
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar 30 persen tidak berdampak besar terhadap daya beli masyarakat.

Sebab, kemacetan yang masih terjadi di jalanan ibu kota Jakarta meski harga BBM naik. Pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Kemudian, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih bertahan di atas 5 persen hingga memasuki kuartal III-2022.

Baca juga : Kantongi Tiket Perempatfinal, Ester Hadapi Jawara Jepang

Meskipun, harga BBM subsidi mengalami kenaikan imbas lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina.

"Tiga kuartal berturut-turut ekonomi tumbuh di atas 5 persen, meskipun (harga) naik BBM 30 persen. Di mana-mana masih macet," kata Sri Mulyani dalam Bincang APBN 2023, di Gedung Kementerian Keuangan, Jumat (28/10). 

Sri Mulyani berkata tetap terjaganya tren pemulihan ekonomi nasional meski harga BBM subsidi mengalami penyesuaian tak lepas dari berfungsi baiknya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022.

Baca juga : Mendagri Harap, Business Matching Forum Berdampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

Pasalnya, APBN telah didesain sedemikian rupa untuk lebih fleksibel guna meredam guncangan yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi nasional.

"Ini menggambarkan ekonomi kita masih (kuat). Karena shock yang besar tadi di-absorber oleh APBN yang besar," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku, keputusan penyesuaian harga BBM bersubsidi adalah hal yang berat. Namun menurut dia apa daya, saat ini kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dirasa sudah tidak lagi mampu menanggung hal tersebut.

Baca juga : Kasus Gagal Ginjal Akut, Puan Minta Pemerintah Gencar Edukasi Masyarakat

"Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dari subsidi APBN," tutur Jokowi di awal September lalu.

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian, dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran," kata Presiden Jokowi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.