Sebelumnya
Selanjutnya, untuk realisasi pembayaran bunga utang mencapai Rp 257,95 triliun (2018), sebesar Rp 275,52 triliun (2019), sebesar Rp 314,09 triliun (2020), dan sebesar Rp 343,49 triliun (2021) dan sebesar Rp 403 triliun (2022).
Netizen terbelah menyikapi rencana Pemerintah yang akan utang lagi sebesar Rp 696,4 triliun pada 2023. Yang setuju bilang, utang untuk membangun negeri. Yang menolak beralasan rakyat akan terkena imbasnya karena pajak dinaikkan, subsidi dihapus.
“Utang yang dibuat Pemerintah ditujukan untuk membangun negeri ini,” kata @Mulya3051.
Akun @Dickson_Wirahadiputra mengatakan, kondisi utang Pemerintah saat ini relatif aman. Soalnya, porsi utang Indonesia dalam bentuk rupiah semakin membesar. Berbeda dengan era Presiden Soeharto yang mayoritas utang dalam bentuk valuta asing (valas).
Baca juga : Rakyat Turki Marah, Erdogan Terancam
“Pemerintah berhasil meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menurunkan rasio utang,” kata @Pakpong77.
Akun @JodyMoleterno menilai, tidak ada yang salah dari utang, karena ada manfaat pembangunan infrastruktur yang dirasakan. Jadi, semua pasti sudah diatur oleh Pemerintah kenapa harus ada utang itu.
“Utang digunakan untuk pembiayaan APBN,” jelas @ZulfaAnisa19.
Saat ini, lanjut @ZulfaAnisa19, Pemerintah Indonesia tengah mengambil kebijakan fiskal ekspansif di mana belanja negara lebih besar daripada pendapatan negara. Tujuannya satu, untuk mendorong perekonomian tetap tumbuh.
Baca juga : Indonesia Raup Transaksi Dagang Rp 26,86 Triliun Di Swiss
“Pemerintah sangat berhati-hati dengan pengelolaan utang agar masih dalam batas aman,” sebut @FrediriinSambo. “Negara yang tidak berutang tidak akan maju karena Sumber Daya Alam (SDA) banyak tapi tak bisa diolah karena modal tak ada,” kata @Nuelmend.
Sementara, @Harry_Jonathan menilai, Pemerintah terlalu memaksakan sesuatu dan akhirnya berutang sana-sini. Padahal, bila dirasa belum mampu tidak perlu banyak keinginan.
“Pemerintah yang terus menerus berutang, yang bayar akhirnya rakyat juga, dengan menaikkan pajak di mana-mana dan menghilangkan subsidi,” ungkap @Mike_Lando.
“Pemerintah saat ini yang jagonya cuma berutang. Siapa yang gak bisa kalau gitu,” kritik @Muhammad_Nasir.
Baca juga : Perluas Lini Produksi, Daihatsu Tambah Investasi Rp 2,9 Triliun
Akun @Agusanw219 mengingatkan, salah satu yang membuat bangkrut APBN adalah utang yang menumpuk dan tidak mampu dibayar negara.
Akun @Ardiansyah kesal dengan sikap DPR yang ketuk palu terus saat Pemerintah akan menambah utang.
“Kalian tugasnya sebagai lembaga kontrol,” tukas @Ardiansyah. “DPR harus ikut kerja bakti untuk negara. Caranya, anggaran wakil rakyat yang tidak urgen harus dipotong sebesar 50 persen,” saran @Newsupdater. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.