RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang perayaan Natal tahun 2023, Ananda Sukarlan, maestro musik klasik Indonesia yang telah mendunia, telah menggelar Konser Amal Natal di Mitra Hadiprana, Jakarta, Minggu (17/12/2023).
Konser kecil, penuh kekeluargaan dan hangat ini, yang dihadiri kurang lebih dari 100 orang, menghadirkan pemenang Ananda Sukarlan Award 2023, yakni Shelomita Amory dan Aghisna Indah Mawarni.
Daniel Zoet, didampingi oleh istrinya Rinawati Prihatiningsih atau yang akrab disapa Rina Zoet, Perempuan Pengusaha dan Co-Chair G20 EMPOWER sebagai host acara tersebut, menyampaikan tujuan utama dari konser ini adalah untuk mengeksplorasi potensi musisi muda Indonesia. Juga memberikan mereka panggung untuk menampilkan bakat yang telah terasah melalui kerja keras dan dedikasi.
"Kami berharap acara ini merupakan perayaan talenta musik klasik dan mengumpulkan dukungan finansial untuk Ananda Sukarlan Award tahun depan," harapnya.
Baca juga : Awas Sengatan Panas Di 3 Wilayah Jakarta, Ini Prakiraan BMKG Untuk Cuaca Besok
Rina menambahkan, konser ini juga menjadi panggung pemutaran perdana 'Pandemic Poems' karya Ananda Sukarlan, yang terinspirasi dari sastra kontemporer Indonesia.
"Dukungan publik sangat berarti untuk memastikan kelangsungan Ananda Sukarlan Award terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sebagai langkah dalam mendukung bakat-bakat musisi dan vokalis muda di Indonesia," tuturnya.
Dalam konser tersebut, Ananda Sukarlan akan membawakan berbagai karya, termasuk empat karya virtuosik untuk piano solo: dua variasi dari lagu Natal "God Rest Ye Merry Gentlemen" dan "Silent Night", Rapsodia Nusantara no. 39, serta Variasi dari lagu "Kasih Ibu" karya S.M. Mochtar, yang dipesan oleh UOB Indonesia melalui program CSR-nya, UOB Heartbeat.
"Pandemic Poems adalah sebuah karya yang terdiri dari empat tembang puitik berdasarkan empat puisi yang ditulis selama pandemi, termasuk "Gugus 1: Pemedis di Garis Depan" oleh Goenawan Monoharto, "Beda Keyakinan" oleh Hilmi Faiq, "Setelah Dirumahkan (5)" oleh Muhammad Subhan, dan "Dialog Sesama Virus Korona Tentang Koruptor" oleh Riri Satria," ungkap Ananda Sukarlan.
Baca juga : Melalui Dialog Inovasi, LAN Bangun Ekosistem Pengetahuan Inovasi Untuk Negeri
Menurutnya, musik adalah bahasa universal. Melalui transformasi puisi menjadi musik, esensi dan emosi dari kata-kata tersebut menjadi sublim. Ini memberikan dimensi baru dalam memahami puisi, baik bagi penutur bahasa Indonesia maupun bagi pendengar yang tidak mengerti bahasa tersebut.
"Ada yang lucu, seperti puisi Hilmi Faiq dan Riri Satria. Tapi kalau saya bilang 'lucu' saja, beda dua puisi ini apa? Nah, setelah saya bikin musik, kita jadi bisa dengarkan bedanya," ujarnya.
Sementara, Puisi Hilmi "Beda Keyakinan", lebih sarkastik, ada kepahitan di dalamnya. Sehingga menghasilkan lebih banyak disonan, sedangkan puisi Riri lebih jenaka.
"Mungkin karena Riri menggambarkan koruptor, dan koruptor itu sudah dianggap biasa, jenaka, gemoy bahkan santuy, yang sebetulnya mungkin adalah defense mechanism rakyat, daripada ngomel-ngomel ngomongin mereka yang terus merajalela kan?" Jelasnya.
Baca juga : Universitas Pancasila Kukuhkan 6 Guru Besar, Pertahankan Akreditasi Unggul
Konser ini diharapkan menjadi sebuah perayaan yang menggugah kesadaran dan mendukung pertumbuhan seni di Indonesia. Rina dan Daniel Zoet, sebagai tuan rumah, mengundang masyarakat untuk melihat konser ini tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari gerakan bersama untuk keberlanjutan dan pertumbuhan seni di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.