Sebelumnya
Kendati demikian, Fadli Zon menyampaikan keputusan tersebut tentu ada di PKS dan Prabowo. “Kalau kita lihat semua partai chemistry-nya baik-baik saja semuanya,” ungkapnya.
Berbeda dengan sikap PKS yang mencoba mendekati Prabowo, PDIP justru menjaga jarak dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Hal tersebut tampak dalam dinamika Pilkada. Partai berlambang kepala banteng itu memilih berhadapan dengan calon yang diusung KIM. Paling kentara misalnya dalam Pilgub Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Di Pilkada Sumut, KIM bersama PKB dan NasDem mengusung menantu Presiden Jokowi yang kini sudah menjadi kader Gerindra, Bobby Nasution. Tinggal PDIP dan PKS yang belum menentukan sikap.
Baca juga : Muhammadiyah Ngaku Nggak Cari Untung dari Tambang
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, sampai saat ini partainya belum menentukan sikap politik. Hendrawan mengungkapkan, menjadi oposisi bukan hal buruk.
“Jangan dimaknai sebagai ekspresi ketidaksukaan atau memusuhi. Oposisi harus dilihat sebagai upaya melengkapi peran-peran politik dalam sistem demokrasi, agar sistem tersebut bekerja dengan baik,” kata Hendrawan.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia, Igor Dirgantara menilai PDIP tampaknya masih menimbang dengan matang untuk menentukan sikap politik partai. Kata dia, jika melihat Pidato Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Rakernas Mei lalu, potensi PDIP untuk bergabung dan menjadi oposisi masih ada. Ia menduga, sikap partai ini akan lebih tegas menentukan posisinya pada Kongres PDIP mendatang.
Baca juga : Prabowo Dan Erick Komitmen Majukan Sepak Bola Nasional
Menurut dia, hubungan Megawati dan Prabowo sejauh ini tidak ada permasalahan. Selain itu, Prabowo pun saat ini mengusung agenda rekonsiliasi demi persatuan nasional.
“Jadi, apakah partai ini bergabung dengan Prabowo atau di luar pemerintahan, tentu tergantung tawar-menawar politik juga,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai kode yang disampaikan Ahmad Syaikhu menunjukkan betul kalau PKS lelah beroposisi. PKS menganggap Dasco bisa menjembatani komunikasi PKS dengan Prabowo yang buntu.
Baca juga : Wujudkan, Listrik Hijau Dari Rakyat Untuk Rakyat
Sekarang, kata dia, tinggal bagaimana respons Prabowo. Karena di saat yang sama, koalisi sudah gemuk. “Parpol yang tersisa hanya PDIP, kalau PKS nanti ikut gabung,” kata Pangi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 29 Juli 2024 dengan judul Kalau PKS Masuk Kabinet, Banteng Terancam Oposisi Sendirian
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.