BREAKING NEWS
 

Indonesia Bisa Jadi Importir Terbesar Dunia

Pemerintah Kudu Serius Genjot Produksi Beras

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 11 Agustus 2024 07:25 WIB
Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendorong Pemerintah menggenjot produksi beras, dan bergegas melakukan diversifikasi pangan tahun ini. Jumlah impor beras yang terus membesar, berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara importir beras terbesar di dunia.

Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty menyatakan, berdasarkan proyeksi neraca beras nasional yang dimutakhirkan pada Mei 2024, Indonesia berpotensi mengimpor beras hingga 5,17 juta ton sepanjang 2024. Data tersebut didasarkan pada realisasi impor Januari-April, yang sudah mencapai 1,77 juta ton, dan rencana impor Mei-Desember 2024 sebesar 3,40 juta ton.

Menurut politisi PKS ini, proyeksi neraca impor beras ini harus dijadikan ancang-ancang oleh Pemerintah untuk mengam­bil kebijakan yang tepat. Sebab, jika impor beras mencapai angka 5,17 juta ton, Indonesia akan di cap sebagai negara importir beras terbesar di dunia.

“(Bila) Impor beras kita men­capai 5,17 juta ton pada 2024, itu akan menjadi rekor impor beras terbesar. Angka tersebut melewati impor beras dimasa krisis, tahun 1999 silam, yang mencapai 4,75 juta ton,” ujar Saadiah melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/8/2024).

Baca juga : PKB Mau Usung Calon Yang Punya Logistik

Lebih lanjut, dia meminta, Pemerintah segara mengeluarkan berbagai kebijakan atau menjalankan program yang dapat meningkatkan produksi beras nasional. Menurut dia, Pemerintah harus menjalankan kebijakan lintas kementerian, dan melahirkan berbagai inovasi, untuk mewujudkan ketah­anan pangan nasional.

“Harus ada kerja sama lin­tas sektoral, untuk menekan jumlah impor beras ke depan. Bauran yang dimaksud, antara lain pengembangan teknologi pertanian, penyediaan subsidi pupuk dan benih yang efektif, serta pengelolaan irigasi yang lebih baik,” tutur dia.

Saadiah menambahkan, jika impor beras menyentuh angka 5,17 juta ton pada tahun ini, Indonesia akan menjadi negara importir beras terbesar di dunia. Menurutnya, Indonesia akan mengalahkan negara tetangga Filipina, yang rata-rata impor berasnya mencapai 4 juta ton setiap tahun.

Lebih lanjut, politisi dari dae­rah pemilihan (dapil) Maluku ini mengusulkan agar Pemerintah melakukan diversifikasi sumber pangan. Dengan begitu, Indo­nesia tak lagi bergantung pada satu jenis makanan utama atau komoditas pertanian tertentu, atau beras.

Baca juga : Airlangga: Perekonomian Indonesia Tahan Banting

“Pemerintah harus menjadi­kan momen ini sebagai, upaya mengembangkan produksi dan konsumsi berbagai jenis makanan yang berbeda. Pemetintah harus memastikan keamanan pangan yang lebih baik, dan mengurangi risiko ketergan­tungan pada satu jenis sumber pangan,” tegasnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPR, Slamet mendorong Pemerintah mengevaluasi dan memperbaiki sistem logistik nasional. Menurutnya, rencana impor beras menunjukan keti­daksiapan dan kegagalan Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Impor bukan semata-mata karena El Nino. Ada faktor lain yang harus dan dapat diperbaiki, seperti rantai logistk dan produksi pangan nasional. Sebab itu, kami meminta Pemerin­tah bersikap transparan dan mengevaluasi berbagai per­soalan dalam ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih berharap, impor be­ras tidak dilakukan karena pengadaan dalam negeri masih mencukupi. Selain itu, kata dia, kebijakan tersebut juga berisiko melahirkan pelanggaran administrasi.

Baca juga : OJK Gencar Gelar Edukasi Keuangan

“Kalau kita, yang pasti, impor beras tidak perlu ada. Sebab, per­soalan impor ini kan panjang,” ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kemen­tan), Moch Arief Cahyono me­minta semua pihak mendukung bauran kebijakan yang tengah diambil kementeriannya, untuk menggenjot produksi beras.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense