Sebelumnya
“Kami juga ingin swasembada cepat dan selesai dengan urusan impor pangan. Jadi, dukunglah kerja Kementan,” tegasnya.
Arief menjelaskan, salah satu kebijakan yang saat ini digenjot Pemerintah adalah program pompanisasi. Dia meyakini, hasil dari program tersebut sangat jelas, yakni terjadi surplus produksi padi hingga 700 ribu ton di periode Juni dan Juli 2024.
“Pompanisasi adalah upaya cepat pemerintah menghadapi cuaca saat ini. Kita butuh solusi cepat. Sudah ada bukti kok dibilang tidak efektif. Sumber air yang masih ada, kita tarik agar sawah di sekitarnya masih bisa bertani,” cetusnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kegiatan impor beras ke Indonesia masih tinggi hingga Mei 2024. Menurut data BPS, pada periode Januari-Mei 2024 impor beras ke Indonesia meningkat 165,27 persen.
Baca juga : PKB Mau Usung Calon Yang Punya Logistik
“Impor pangan jika dirinci pertama beras naik 165,27% dibandingkan Januari-Mei 2023,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, Rabu, (19/6/2024).
Di media sosial X, proyeksi neraca impor beras di 2024 juga jadi sorotan netizen.
Akun @SHPurnama menyarankan, pemerintah tidak perlu melakukan impor.
“Aku di NTB, banyak kok yang bertani. Nggak usahlah impor kalau tidak betul-betul mendesak,” ujarnya.
Baca juga : Airlangga: Perekonomian Indonesia Tahan Banting
Akun @d0gfight juga meyakini, neraca impor beras tidak akan tembus rekor. Pasalnya, usai kegiatan panen raya, para petani kembali sibuk mempersiapkan lahannya untuk musim panen selanjutnya.
“Itukan hanya proyeksi belum kejadian. Dengan kebijakan yang diambil pemerintah pasti nggak akan tembus rekor,” cuitnya.
Sementara itu, akun @SaSulaeman menyampaikan, persoalan beras sebetulnya tidak diambil pusing oleh rakyat. Seban, jelang Pilkada biasanya banyak orang-orang bagi beras.
“Rakyat sesungguhnya tidak sedang kesulitan beras. Sebab, ketika Pemilu atau Pilkada, ada bagi-bagi beras dan sembako. Yang terpenting, acara bagi-baginya tidak ngarep imbalan berupa coblosan heheh,” sindirnya.
Baca juga : OJK Gencar Gelar Edukasi Keuangan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 11 Agustus 2024 dengan judul Indonesia Bisa Jadi Importir Terbesar Dunia, Pemerintah Kudu Serius Genjot Produksi Beras
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.