Dark/Light Mode

Survei Perspektif Anak Muda Terhadap Ibu Kota Baru

Anggap Kota Cerdas, 60 Persen Gen Z Siap Pindah Ke IKN

Sabtu, 10 Agustus 2024 08:20 WIB
Istana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Istana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga riset Byond merilis hasil surveinya mengenai perspektif generasi Z terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur. Hasilnya, 60 persen generasi Z mengaku siap pindah ke IKN. Mereka juga menganggap IKN sebagai kota cerdas.

Peluncuran hasil riset tersebut dipaparkan oleh CEO and Co-founder Byond, Zagy Yakana Berian, secara online, Jumat (9/8/2024). Acara yang dimoderatori oleh Puteri Indonesia Lingkungan 2018, Vania F Herlambang itu juga dihadiri oleh dua ASN Muda sebagai panelis; Ai­nun Fajri Yani dan Rizki Montheza.

Dalam paparannya, Zagy mengatakan, dari 60 persen generasi Z yang siap pindah ke IKN, 15 persen di an­taranya Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Karena mereka sudah memiliki pekerjaan di IKN dan melihat pe­luang bisnis dan karier," kata Zagy.

Baca juga : Hari Ini, Merah Putih Dan TeksĀ Proklamasi Dikirab Ke IKN

Sedangkan, 40 persen generasi Z lainnya ragu untuk pindah ke IKN karena adanya keterbatasan infor­masi. Menurut Zagy, guna meya­kinkan mereka, Pemerintah perlu lebih banyak memberikan informasi mengenai prospek kehidupan di IKN. Terutama, mengenai peluang bisnis dan juga karier.

"Generasi Z ini memiliki per­anan penting untuk bisa mendukung pembangunan IKN di masa depan nanti," ungkap Zagy.

Selain itu, dalam surveinya, Zagy bertanya, kepada 470 responden yang diklasifikan menjadi tiga karakter. Per­tama, karakter IKA. Zagy bilang, IKA ini bertalian dengan generasi muda yang melihat IKN sebagai wilayah yang dapat menjamin peluang bisnis dan karier.

"IKA seorang pelopor yang mewaki­li 210 responden (45 persen dari total) yang bersedia pindah ke IKN untuk peluang hidup yang lebih menarik," jelas Zagy.

Baca juga : Bukan Syaikhu, Bukan Sohibul, Apakah Saras?

Kedua, karakter Nusa. Zagy menye­but, karakter ini merupakan generasi muda yang punya kewajiban untuk pindah di IKN. "Nusa seorang 'patriot' yang mewakili 70 responden (15 persen dari total) yang bersedia pindah ke IKN karena kewajiban pekerjaan, dan melihat peluang bisnis dan karier," sebutnya.

Terakhir, karakter Tara. Byond me­nyebut Tara sebagai kelompok gene­rasi muda yang referensi hidupnya hanya mengikuti. "Tara itu seorang 'pengikut' yang mewakili 189 respon­den (40 persen dari total) yang belum bersedia pindah ke IKN karena alasan lain," kata Zagy.

Kendati demikian, diakui Pendiri Society of Renewable Energi (SRE) itu, generasi Z baru siap pindah ke IKN pada rentang waktu tahun 2030 hingga 2034. Sebab mereka ingin terlebih dulu melihat komitmen Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan IKN yang lebih progresif.

"Sebanyak 35 persen generasi Z ter­tarik pindah saat pembangunan utilitas terintegrasi, kawasan industri, penguatan kota cerdas dan investasi," aku Zagy.

Baca juga : Menteri LHK Ingatkan Keberlanjutan Lingkungan

Itu artinya, kata dia, pada tahun tersebut generasi Z sudah menikah dan memiliki keluarga kecil. Karena itu, mereka butuh jaminan untuk memastikan kehidupan yang lebih bahagia. "Di usia segitu mereka sudah berada di jenjang medium kariernya, dan biasanya mereka membutuhkan fasilitas-fasilitas yang sudah ter-develop," beber Zagy.

Zagy juga memotret pandang­an generasi Z terhadap pilar IKN. Pembangunan IKN mengusung tiga prinsip. Yakni kota hutan, kota cerdas, dan kota spons. "56 persen generasi Z menilai IKN adalah kota cerdas, 30 persen kota hutan, dan 14 persen kota spons," ucapnya.

Penilaian ini selaras dengan ke­hidupan sehari-hari dari generasi Z. Mereka memiliki perilaku serba instan. Mereka ingin berkegiatan dengan mudah sehingga membutuh­kan dukungan teknologi. "Identitas generasi Z itu kan segala sesuatu dilakukan dengan teknologi, dan IKN mereka anggap sebagai smart city atau kota cerdas," sebut dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.