Dark/Light Mode

Tumbuh 5,08 Persen Di Semester I-2024

Airlangga: Perekonomian Indonesia Tahan Banting

Minggu, 11 Agustus 2024 07:10 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber ekon.go.id
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber ekon.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski mengalami perlambatan dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 sebesar 5,11 persen, perekonomian Indonesia tetap solid dan menunjukkan daya tahan yang sangat baik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tingkat pertumbuhan tersebut juga didukung dengan inflasi yang rendah dan terkendali di angka 2,13 persen pada Juli 2024.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan China (4,7 persen), Singapura (2,9 persen), Korea Selatan (2,3 persen) dan Meksiko (2,24 persen),” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Baca juga : OJK Gencar Gelar Edukasi Keuangan

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia di kuartal II-2024 berhasil tumbuh 5,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara, selama enam bulan pertama atau semester I-2024, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,08 persen.

Airlangga mengatakan, capaian kuartal II-2024 tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tahan banting terhadap berbagai pelemahan. Baik domestik maupun internasional, seperti pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang tiga bulan terakhir, inflasi pangan dan konflik geopolitik.

Baca juga : APBD DKI Belum Move On Dari Banjir Dan Kemacetan

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, untuk memastikan stabilitas dan ketahanan ekonomi ke depan, sejumlah kebijakan telah disiapkan Pemerintah. Mulai dari hilirisasi, pembangunan infrastruktur, melanjutkan aksesi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), pengembangan kawasan sentra pangan, serta mendorong digitalisasi dan mengembangkan semikonduktor.

“Kami juga mempertahankan program terkait perlindungan sosial, pembiayaan mikro dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian menjalankan program makan siang bergizi, pengembangan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) Inpres, serta pengembangan lumbung pangan melalui food estate,” ujar Airlangga.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan menggenjot sejumlah faktor pendorong pertumbuhan. Seperti, memacu angka konsumsi, investasi, ekspor, hingga peningkatan impor bahan baku.

Baca juga : Tim Matador Akhiri Penantian 32 Tahun

“Ini harus kita lakukan untuk mencetak pertumbuhan ekonomi terjaga pada tingkat antara 5,1 persen hingga 5,2 persen di akhir tahun,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024).

Wanita yang akrab dipanggil Ani itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang resilien memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dari tingkat pengangguran Indonesia pada Februari 2024 turun menjadi 4,82 persen dari sebelumnya sebesar 5,45 persen pada 2023.

Selain itu, tingkat kemiskinan juga menurun menjadi 9,03 persen dari sebelumnya 9,36 persen pad 2023.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.