BREAKING NEWS
 

Iming-iming Gaji Besar

Masih Banyak Yang Tergiur PMI Ilegal

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 17 September 2024 07:25 WIB
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Reza Fahlevi dalam konferensi pers Operasi Pencegahan Keberangkatan CPMI Non-prosedural, Jakarta, Senin (16/9/2024). (Foto: ANTARA/HO-Polrestas Bandara Soetta)

 Sebelumnya 
Menurut Wahyu, deklarasi ASEAN mengenai pencegahan trafficking di sektor penyalah­gunaan teknologi digital yang dikeluarkan saat Indonesia men­jadi ketua pada tahun lalu, belum tampak tindak lanjutnya.

“Harusnya, deklarasi itu bisa efektif menjangkau wilayah-wilayah Kamboja, Myanmar, Laos yang menjadi locus dari scamming online. Deklarasi ASEAN tidak boleh sekadar dokumen. Harus menjadi dasar tindakan konkret, termasuk kesepakatan bilateral dan kerja sama antar-aparat kepolisian se-ASEAN,” tegasnya.

Senada, anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo juga mendorong edukasi kepada masyarakat, untuk merespons maraknya kasus TPPO bermodus lowongan kerja ke luar negeri.

Baca juga : RSUD Tarakan Siapin Layanan Luka Bakar

Dia juga mengingatkan ma­syarakat tidak tergiur bekerja menjadi PMI tanpa jalur resmi.

“BP2MI harus melakukan tin­dakan pencegahan bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait dan Pemerintah Daerah. Dengan begitu, sosialisasi atas bahaya PMI ilegal bisa sampai kepada seluruh lapisan masyara­kat,” harapnya.

Di media sosial X, netizen ra­mai membahas lowongan kerja ke luar negeri yang berseliweran di media sosial. Sebab, syaratnya lumayan mudah, gaji sangat menggiurkan, hingga banyak yang tertipu lantaran jadi korban TPPO.

Baca juga : Ac Milan Vs Liverpool, Adu Taktik Dua Pelatih Baru

Akun @6ang_4azin heran den­gan banyaknya mayarakat yang masih tergiur bekerja di luar neg­eri melalui jalur ilegal. Padahal, sudah banyak korban, mulai dari disekap, dianiaya, sampai ada yang meninggal dunia.

“Aku cuma bisa ngelus dada. Hanya bisa bilang, hati-hati guys, jangan sampai jadi korban perdagangan orang. Mengadu nasib di negeri orang harus lewat agen/perusahaan yang legal dan kredibel,” pesannya.

Akun @Andibakro18 me­nyatakan, salah satu penyebab banyaknya masyarakat tergiur bekerja di luar negeri, karena mereka kesulitan mencari peker­jaan di negeri sendiri.

Baca juga : Tennis Davis Cup 2024, Kanada Kandaskan Inggris

“Siapa yang tidak tergiur beker­ja di luar negeri, gajinya tinggi? Namun, mereka kurang mendapat pengetahuan soal risiko yang akan diterima jika menggunakan jalur ilegal,” cuitnya.

Senada, akun @saintpart­ney mengatakan, lowongan kerja ke luar negeri banyak yang mencurigakan, dan telah banyak dibahas pula di medsos. Tapi, peminatnya tetap banyak.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 17 September 2024 dengan judul Iming-iming Gaji Besar, Masih Banyak Yang Tergiur PMI Ilegal

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense