RM.id Rakyat Merdeka - Komisi I DPR menyambut baik rencana Pemerintah membangun tiga Pusat Data Nasional (PDN) untuk mengantisipasi terulangnya serangan siber terhadap data nasional dalam negeri. Senayan pun mendorong agar PDN ini benar-benar dibangun teknologi dan sumber daya manusianya (SDM). Adapun tiga PDN yang akan dibangun ini, berada di Cikarang, Batam dan Ibu Kota Negara (IKN).
Anggota Komisi I DPR, Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, serangan siber yang menyerang PDN Surabaya pada 21 Juni lalu membuka mata bagaimana mudahnya sistem keamanan data nasional dijebol. Sebab data nasional milik negara bisa diretas lantaran gara-gara negara tidak memiliki pusat data base. Makanya, dia mewanti PDN yang akan dibangun di Batam, di Cikarang dan Cikrang , dan IKN ini, harus benar-benar mapan, utamanya dalam dalam teknologi.
"Nah tolong (tiga PDN ini) jangan tanggung-tanggung. Bukan kelihatan bangun yang gede, tapi isi di dalam.
Yang memberikan gambaran bahwa pusat data nasional itu memang tier 4 (kelas tertinggi dalam hal klasifikasi data center)," tegas Lodewijk, dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama Menkopolhukam Hadi Tjahjanto dan Wakil Menkominfo Nezar Patria, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/9/2024).
Selain itu, PDN yang akan dibangun nanti benar-benar dapat memperkuat sistem database. Dia tidak ingin, persoalan vendor yang berbeda mengelola tiga PDN ini malah membuat sistem keamanan PDN menjadi rawan. Adapun dua vendor yang PDN ini diketahui adalah Lintas Arta dan Telkom Sigma.
Baca juga : Shandong Kenalkan Teknologi Pertambangan Canggih Di JIEXPO
Lodewijk mengatakan, sudah barang tentu masing-masing vendor yang akan mengelola PDN ini sudah tentu memiliki sistem yang berbeda. Dia khawatir, perbedaan sistem dari masing-masing vendor kemudian sistem back up nasional tidak berjalan mulus. Karena itu, Wakil Ketua DPR ini menekankan pentingnya agar masing-masing vendor dapat menjalin kerjasama yang baik. Apalagi PDN ini, dari informasi yang diperolehnya, menggunakan teknologi berbeda yang berasal dari China, Rusia dan Amerika Serikat.
"Misalnya Lintas Arta pakai punya Rusia. Kemudian terus Telkom pakai punya China, yang lain pake Amerika. Terus ada apa-apa, bagaimana dia saling backup. Karena pasti waktu dia diganggu, pasti dong pertahanan dia dulu yang dia pegang," ujarnya.
Makanya, dia mewanti agar PDN ini benar-benar memperhatikan perkembangan teknologi. Dia tidak ingin, teknologi untuk back up data nasional malah ketinggalan, yang akhirnya malah tetap rawan diretas.
"Teknologi ini penting. Itulah yang membuat seharusnya Kementerian Komunikasi dan Informatika ini jadi mahal. Nggak bisa dia pakai gaya seperti pegawai negeri biasa, kursi ini nanti sekian bulan diganti. Nggak melihat hakikat ancaman. Nah, disitulah yang dikatakan bahwa selalu dia harus mengupgrade. Kalau banyak nunggu, nanti tunggu anggaran. Bayangin, mau beli katakan satu alat canggih, nunggu dua tahun. Perkembangan teknologi sudah seperti apa," wantinya.
Karena itu, dia menyesalkan, anggaran di Kementerian Komunikasi dan Informasi pada tahun 2025 malah turun 50 persen dari tahun 2024. Harusnya, kata dia, anggaran Kementerian Kominfo ditunjang karena kementerian ini adalah ujung tombak mengantisipasi serangan siber. "Yang masih 100 persen aja jebol, kan jebol kemarin. Nah bagaimana yang dikurangi 50 persen? Ya akhirnya kita hanya bisa berdoa, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dengan didorongkan keinginan luhur supaya kita aman. Jadi kembali lagi bagaimana kepedulian Pemerintah terhadap pertahanan siber," ujarnya.
Baca juga : OSO Kenang Kisah Persahabatannya Dengan Longinus Yo Seng Long
Untuk itu, dia berharap Kementerian Kominfo juga dapat memperkuat asistensi dan kerjasama dengan lembaga lain seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan lainnya.
"Ini supaya patroli udaranya bisa lebih mantap. Karena kita enggak bisa beli baru. Mungkin maaf, yang paling canggih kali di sini bukan Kementerian Kominfo, tapi BIN. Tapi mari kerjasama. Karena sekali lagi tidak ada anggaran tambahan," jelasnya.
Selain teknologi yang up to date, lanjut politisi Fraksi Golkar ini, tak kalah pentingnya adalah membangun pertahanan siber dengan dukungan SDM yang memadai. SDM ini tentunya harus di back up dengan peralatan teknologi yang mendukung. "Mohon maaf, kalau cuma bangun orangnya, sama saja dengan (pasukan) infanteri kayak saya Pak. Jadi ya harus ada alatnya dan itu yang mahal. Kalau bangun orang, gaji banyak seperti (TNI) Angkatan Darat ini, tetapi tidak didukung dengan alutsista yang memadai, sia-sia yang namanya angkatan kelima (Pasukan Siber, red)," tambahnya. KAL
Sementara itu, Menkopolhukam Hadi Tjahjanto mengatakan, Pemerintah akan membangun tiga PDN. Yang pertama adalah di Cikarang, kedua di Batam, dan yang ketiga adalah di IKN melalui skema softloan. Khusus pembangunan PDN Cikarang, lanjutnya, dalam progres sudah mencapai 83 persen dengan memanfaatkan softloan dari pemerintah Perancis. "Dan PDN Cikarang ini direncanakan beroperasi pada awal tahun 2026," ujarnya.
Menko Hadi menuturkan, untuk mengelola PDN ini, rencananya akan dibentuk sebuah Badan Layanan Umum atau BLU di bawah Kementerian Kominfo. Pembentukan BLU ini sudah diajukan dan telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Baca juga : 44 Layanan Terdampak, 5 Layanan Sudah Pulih
Sedangkan terkait pembangunan PDN Batam, Menko Hadi, memastikan akan berada di lokasi yang tanahnya sudah dibebaskan oleh Badan Otorita Batam. Untuk PDN Batam ini, rencananya memanfaatkan softloan dari Pemerintah Korea Selatan dan saat ini masih dalam proses penentuan konsultan pengawas.
"Dan kemungkinan dalam minggu ini juga Kemenko Polhukam juga akan memanggil Otorita Batam untuk melakukan koordinasi terkait dengan penempatan call site yang paling aman di wilayah Otorita Batam," sebutnya.
Sementara untuk PDN di IKN, tambahnya, akan dibangun di IKN yang lokasi tanah yang sedang disiapkan oleh IKN. Kemungkinan minggu ini pihaknya juga akan memanggil Pihak Otorita IKN untuk bisa menentukan letaknya sebagai upaya untuk mempersiapkan pembangunan selanjutnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.