BREAKING NEWS
 

Jelang Lengser, Kepuasan Masyarakat Masih 75 Persen

Jokowi Happy Ending

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 5 Oktober 2024 08:10 WIB
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam Rilis Temuan Survei Nasional: Evaluasi Publik Terhadap 10 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat (4/10/2024).. (Foto: YouYube/IndikatorPolitikIndonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi dipastikan akan mengakhiri kepemimpinannya dengan happy ending. Salah satu buktinya, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi yang sebentar lagi akan lengser, masih tinggi, ada di angka 75%.

Hal itu terpotret dalam hasil sur­vei yang dirilis Indikator Politik Indonesia (IPI), Jumat (4/10/2024).

Direktur Eksekutif IPI, Burhanu­ddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepuasan ini tidak jauh berbeda, bila dilihat dari aspek gender. Laki-laki 75,1 persen, perempuan 74,8 persen. Berdasarkan usia, ada kecenderungan tingkat kepuasan semakin rendah pada kelompok usia yang semakin muda.

Baca juga : Soal Kursi Menteri, Semuanya Menyerahkan Ke Prabowo

Berdasarkan kelompok etnis, tingkat kepuasan lebih tinggi ada pada kelompok etnis Jawa dan Madura. “Kepuasan yang lebih rendah ada pada kelompok etnis Minang, Batak, Sunda, dan Betawi," ujar Burhan.

Temuan lainnya, tingkat kepuasan lebih tinggi ada pada kelompok non Islam. Sedangkan pada kelompok Islam, kepuasan tertinggi berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Berdasarkan pendidikan, kata Burhan, ada kecenderungan tingkat kepuasan yang semakin rendah pada kelompok yang semakin terdidik. Sementara, menurut spektrum pendapatan, terdapat kecenderungan kepuasan yang lebih rendah pada kelompok yang lebih kaya.

Baca juga : Gaya Kepemimpinan Jokowi Sangat Dekat Dengan Rakyat

Burhan juga membeberkan, tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap Jokowi ada di kelompok pedesaan dengan angka 79,6 persen. Sebaiknya, kelompok perkotaan 70,4 persen. "Teru­tama di Bali Nusa Tenggara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, dan Sumatera Selatan," urai Burhan.

Survei Indikator yang dilakukan pada 22-29 September 2024 ini, melibatkan seluruh warga negara In­donesia yang punya hak pilih dalam Pemilu. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode multi­stage random sampling.

Sampel basis dalam survei ini ber­jumlah 1.200 orang, dengan over sample di 11 provinsi terbesar, yaitu Su­matera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Masing-masing menjadi 300 responden, sementara Sumatera Barat menjadi 200 responden. Total sampel berjumlah 3.540 responden.

Adsense

Baca juga : Beringin Jamin Menteri Parpol Pasti Profesional

Dengan asumsi metode stratified random sampling, ukuran sampel 3.540 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error/MoE) sekitar +2,3 persen pada tingkat ke­percayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Re­sponden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense