Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kerugian Ekonomi Tembus 600 Triliun, Sikat Judol Jangan Kendor
Sabtu, 5 Oktober 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus bekerja keras memberantas judi online (judol) di Tanah Air. Pasalnya, kerugian akibat praktik haram itu terus membesar, mencapai ratusan triliun rupiah.
Menteri komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, sampai saat ini kerugian ekonomi akibat judol mencapai Rp 600 triliun. Parahnya, uang ratusan triliun itu lari ke kantong para bandar dan operatornya. Tidak ada sepeser pun yang masuk ke kantong pemain.
“Masyarakat, pemain yang terjerat judi online justru terlilit utang. Bahkan kehilangan seluruh hartanya,” tegas Budi Arie dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).
Baca juga : Ribuan Orang Telantar Dipulangin Ke Kampung
Sebab itu, pemberantasan judol harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah mengajak selurun elemen negara dan masyarakat bersama-sama memberantas judol.
“Judi online sangat berbahaya. Banyak yang menganggap perjudian online merupakan jalan keluar dari kemiskinan. Anggapan itu salah!” tegas Budi Arie.
Budi Arie juga mengingatkan, banyak dampak negatif yang timbul bila semua pihak abai terhadap judol. Kerugian yang timbul bukan hanya harta dan benda, tapi bisa merenggut nyawa.
Baca juga : Lolos Ke Semifinal Tenis China Open 2024, Gauff Ditantang Badosa
“Hingga saat ini, sudah terdapat lebih dari 10 kasus bunuh diri karena judi online. Ratusan ribu anak-anak kecanduan judi online. Virus itu juga telah menyebabkan ribuan kasus perceraian,” cetusnya.
Karena itu, Budi Arie mengajak masyarakat melakukan empat langkah pencegahan judol untuk menghindari dampak negatif. Pertama, mengenali bahaya dan mengidentifikasi pemicu judi online.
“Kita harus menyadari bahaya judi online bagi diri sendiri dan lingkungan terdekat. Lalu perhatikan pemicu seseorang berpartisipasi dalam judi online, seperti stres atau dorongan dari lingkungan tertentu,” jelasnya.
Baca juga : Prabowo-Gibran Dilantik di Senayan
Kedua, lanjut dia, menghindari lingkungan dan situasi yang bisa memancing diri bermain judol.
“Kita perlu perkuat dukungan lingkungan sekitar. Tidak segan meminta bantuan profesional seperti psikolog jika membutuhkan, serta manfaatkan waktu untuk kegiatan produktif,” imbuhnya.
Ketiga, meminta setiap orang mencermati pengaturan keuangan dengan bijak. Hal itu penting dilakukan agar tidak ada satu rupiah pun uang yang lari ke arena pertaruhan judol.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya