BREAKING NEWS
 

Strategi Pembangunan Nasional

Agar Berhasil, Prabowo Fokus Ke Pedesaan

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Sabtu, 12 Oktober 2024 12:51 WIB
Peserta bedah buku Tonggak-Tonggak Orde Baru. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prioritas program Presiden Terpilih Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan dan pertanian. Agar berhasil, butuh strategi pembangunan yang fokus pada pedesaan serta kolaborasi antar K/L terkait dan unsur pentahelix. Saran tersebut disampaikan Guru Besar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat pada diskusi dan bedah buku Tonggak-Tonggak Orde Baru karya wartawan senior Bambang Wiwoho, di Jakarta pada Jumat (11/10/2024).

Hadir pula dalam acara tersebut antara lain mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, aktivis Malari Hariman Siregar, pengusaha Heppy Trenggono, mantan Menpora Roy Suryo dan mantan Dirjen Migas Luluk Sumiarso. 

Menurut Gunawan, sejatinya konsep pembangunan nasional sudah berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 di tiap pemerintahan. Sejak Orde Baru hingga kelak kabinet Prabowo-Gibran melalui salah satu misi Asta Cita yaitu pemerataan ekonomi dan penghapusan kemiskinan. 

"Tonggak-Tonggak Orde Baru adalah Membangun Indonesia Dari Desa Berbasis Ekonomi Kreatif. Tinggal diperbaiki dan diteruskan saja oleh pemerintahan mendatang," kata Gunawan. 

Baca juga : Soal Penyusunan Kabinet Prabowo, Jokowi: Saya Ikut Intervensi? Ndak...

Kesimpulan tadi merujuk pada karier Gunawan. Sejak menjadi asisten begawan ekonomi Prof Mubyarto, hingga menjabat Deputi Kepala Bappenas, Deputi Sekretaris Wapres, Sekretaris Komite Penanggulangan Kemiskinan dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos. Gunawan lantas mencontohkan beberapa prestasi orde baru yang layak diteruskan. 

Di antaranya sektor pertanian (swasembada dan diversifikasi pangan, beras), kesehatan (angka kelahiran turun hingga 2,34 persen, puskesmas), pendidikan (Pancasila, SD Inpres), APBN (pengelolaan keuangan berimbang, pajak, tabungan, potensi bangsa) serta pembangunan daerah (IDT ke PNPM dan UU Desa 6/2014, otonomi daerah, desentralisasi, pemberdayaan masyarakat, hapus kemiskinan). 

Adsense

Gunawan yakin, Prabowo akan menunaikan komitmennya di bidang pangan dan pertanian. 

"Saya mengenal betul komitmen Jenderal Prabowo sejak menjabat Danjen Kopassus. Kala itu, ada kerja sama Kopassus dengan kami selaku pimpro IDT (Inpres Desa Tertinggal). Pak Prabowo melatih alumni penerima beasiswa Supersemar menjadi pendamping desa tertinggal," bebernya. 

Baca juga : Sambut Hangat Elite PKS, Prabowo: Berbeda Tetap Bersahabat

Agar strategi pembangunan desa tidak tumpang tindih antar K/L, pemda dan desa, Gunawan menyarankan dibentuknya Badan Pengelola Pembangunan Desa dan Ekonomi Kreatif. "Badan tersebut berdasarkan Perpres atau di bawah Setneg agar diakui. Skema Perpres dan beberapa nama pelaksana, sudah saya siapkan. Agar amanah dan profesional sesuai arahan Pak Prabowo," terangnya. 

Pendapat tersebut diamini Direktur Sosialisasi dan Komunikasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Agus Moh. Najib. Program pemerataan ekonomi Prabowo-Gibran bisa maksimal apabila ada sinergitas dan gotong royong antara K/L seperti Kemendagri, Kemendes, Kemendag, Kemenkop dan UMKM serta Kemensos.

"Tidak boleh ada ego sektoral dan program yang tidak sinkron antar K/L. Semua misi mewujudkan Asta Cita yang dicanangkan. Semua elemen bangsa perlu bergotong royong untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang sejahtera, adil dan merata bagi rakyatnya," kata Najib.

Sementara itu, Tedjo Edhy mengingatkan kebutuhan dasar masyarakat masih dirasakan sulit dan mahal. Tak hanya itu, meski Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang besar, tetapi dikelola korporasi yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. 

Baca juga : Nunggu Panggilan Presiden Terpilih, Para Calon Menteri Deg-degan

Sedangkan Heppy Trenggono menekankan pentingnya strategi pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial dan pembangunan karakter bangsa. 

Hariman Siregar menambahkan, saat ini rakyat tidak butuh angka-angka ekonomi, tapi pemerataan dan keadilan. "Saya tuh bosan dengan kata-kata pertumbuhan. Jadi, kalau lihat sejarah begitu, tidak ada kemajuan bangsa ini," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense