Dark/Light Mode

Kemenperin Dorong Pemanfaatan Fitofarmaka Di Fasilitas Kesehatan

Kamis, 3 Oktober 2024 13:07 WIB
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Reni Yanita (ketiga kiri) saat membuka kegiatan Awareness Fitofarmaka di House ofWellness Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (3/10/2024). (Foto: Ist)
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Reni Yanita (ketiga kiri) saat membuka kegiatan Awareness Fitofarmaka di House ofWellness Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (3/10/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong pemanfaatan Fitofarmaka atau obat berbahan alam yang telah teruji secara klinis di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di seluruh Indonesia. Kemenperin menargetkan peningkatan penggunaan obat berbahan alam ini dalam layanan kesehatan nasional.

“Fitofarmaka perlu diterapkan di  Fasyankes karena obat berbahan alam ini telah teruji secara klinis dan dapat memperkuat kemandirian pengobatan nasional. Dengan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia, kita bisa mengurangi ketergantungan pada obat impor. Penggunaan fitofarmaka  membuka peluang bagi layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan aman, sekaligus mendukung industri herbal dalam negeri yang berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Reni Yanita, saat membuka kegiatan Awareness Fitofarmaka di House of Wellness Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Dalam upaya pengembangan ini, Kemenperin menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dan penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat Fitofarmaka, serta mendukung penelitian dan pengembangan produk yang berkualitas agar lebih diterima di Fasyankes.

Baca juga : Gerakan Kotak Kosong Yakin Menang Total Lawan Mitha-Wurja Di Pilbup Brebes

Kemenperin  mendukung pengembangan produk Obat Bahan Alam melalui transfer pengetahuan tentang peraturan terkini dan pengembangan produk, meningkatkan kesadaran dan minat pasar terhadap produk obat bahan alam melalui edukasi dan promosi, memfasilitasi kerjasama bisnis hulu-hilir industri obat bahan alam untuk meningkatkan jumlah produk yang beredar di pasaran, dan memperkenalkan House of Wellness sebagai pusat pengembangan obat bahan alam milik Kementerian Perindustrian kepada mitra industri potensial.

Kemenperin berperan aktif dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Fitofarmakayang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam Satgas ini, Direktorat Jenderal IKFT Kemenperin bertanggung jawab sebagai Ketua Bidang Produksi.

Melalui inisiatif Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Fitofarmaka, pemerintah berkomitmen untuk mendukung industri Fitofarmaka agar dapat menyediakan produk-produk yang aman, berkhasiat, dan bermutu sesuai standar pasar.

Baca juga : Kemenperin Genjot Pertumbuhan Industri Halal

Untuk mengakselerasi penggunaan Fitofarmaka, Kemenperin menyelenggarakan kegiatan Awareness Fitofarmaka yang bertema Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Obat Bahan Alam dan Fitofarmaka di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di House of Wellness, fasilitas yang dimiliki Kemenperin ini berfokus pada produksi obat berbahan alam, termasuk fitofarmaka, yang sudah teruji secara klinis dengan teknologi pengolahan bahan baku alami yang memungkinkan proses dari ekstraksi hingga pengemasan produk, sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Sebagai bentuk implementasi program, Awareness Fitofarmaka melibatkan seminar yang menghadirkan enam narasumber dari kalangan pemerintah, pembuat kebijakan, dan industri farmasi yang berpengalaman mengembangkan Fitofarmaka. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, digelar pameran turut dengan menampilkan 13 industri farmasi dan obat bahan alam, tujuh industri ekstrak bahan alam, serta instansi terkait seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik AKA Bogor, dan BBSPJIKFK.

“Dengan pameran ini, diharapkan mampu memicu minat fasilitas pelayanan kesehatan daerah, serta menciptakan peluang kerja sama bisnis untuk memperluas pemanfaatan Fitofarmaka,” jelas Reni.

Baca juga : Menteri PPPA Dorong Forum GenRe Lebih Aktif Edukasi Kesehatan Reproduksi

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang promosi fasilitas produksi obat bahan alam (House of Wellness) milik Kementerian Perindustrian, yang diresmikan pada Februari 2024. 

Reni menambahkan semua pihak yang terlibat untuk terus bersinergi dalam mengembangkan industri farmasi dan fitofarmaka di Indonesia. Dengan kerja sama yang solid antara industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, dapat mewujudkan kemandirian dan daya saing yang diperlukan demi ketahanan kesehatan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.