BREAKING NEWS
 

Pemerintahan Baru dan Hari Santri, Momentum Rajut Perdamaian & Persatuan Bangsa

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 25 Oktober 2024 01:13 WIB
Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Habib Nabiel Almusawa. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Santri Nasional 2024 dan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 menjadi momentum yang dapat dijadikan sebagai langkah awal mewujudkan rekonsiliasi di masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat perbedaan pandangan politik selama proses Pemilu sebelumnya, berpotensi menimbulkan polarisasi di kalangan masyarakat. Periode awal kepemimpinan ini menjadi momen krusial untuk membangun kembali persatuan antara berbagai elemen bangsa.

Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habib Nabiel Almusawa, mengungkapkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan pasca pelantikan Presiden. Menurutnya, menjaga persatuan dan kesatuan adalah wajib bagi umat Islam.

“Menjaga persatuan-persatuan itu kewajiban bagi orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ujar Habib Nabiel Almusawa, di Jakarta, Rabu (23/10/2024). 

Baca juga : Menhan & Wamenhan Digembleng 4 Hari di Lembah Tidar Untuk Penguatan Pertahanan

Habib Nabiel mengingatkan, Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2024 dengan tema "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan", harus dimaknai dengan semangat persatuan membangun bangsa. Mendorong para santri meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa, untuk membangun peradaban yang lebih maju. Masyarakat, terutama santri, harus mengambil peran untuk membumikan nilai nilai keislaman yang dapat mempererat persatuan bangsa untuk meredam agitasi, provokasi, dan hoaks di masa transisi ini.

“Para santri, ustad, ulama, dai, harus paling depan untuk memberantas hoaks, karena dia yang memahami dalil,” ujar Habib Nabiel Almusawa, yang juga menjadi Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW.

Adsense

Habib Nabiel menegaskan, para santri memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terjadi tanpa adanya perjuangan yang dimotori para ulama dan para habaib. Contohnya Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Sultan Hamid Al-Gadri, KH Hasyim Asy’ari yang merupakan pejuang dari kalangan santri, habaib, dan ulama.

Baca juga : Evaluasi Kinerja Penataan Agraria, Kementerian ATR/BPN Komit Wujudkan Swasembada Pangan

"Jadi, kalau dikatakan apa peran santri bagi Indonesia? Masya Allah, peran yang luar biasa dari dulu membentuk karakter bangsa,” ucap pengurus pusat Rabithah Alawiyah, organisasi yang menaungi para keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia.

“Jadi, jangan sampai santri Indonesia itu kalah dengan para saintis, para akademisi, dan lain-lain. Karena antara santri dengan juga para ilmuwan, itu sama. Jangan merasa minder, jadi santri harus terdepan," kata Anggota DPR periode 2009-2014.

Dia mengimbau masyarakat untuk mengawal dan mendoakan para pemimpin bangsa, daripada berprasangka buruk yang dapat memperkeruh suasana dan memecah belah anak bangsa. “Kalau doain sultan (pemimpin), semua dapat (kebaikan). Kalau sultannya bagus, baik, jujur adil, pro rakyat, maka masyarakatnya, ulama, akademisinya, bisnisnya semua bakal dapat baik,” kata Habib Nabiel.

Baca juga : Peringati Hari Santri, 10.522 Pelajar Penghafal Al Quran Diwisuda

Habib Nabiel berharap, yang direncanakan, yang diprogramkan untuk kesejahteraan masyarakat, dapat berjalan dengan baik. “Dengan dilantiknya pemimpin baru, semoga Indonesia menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, atau Bahasa Arabnya, baldatun toyyibatun warobbun ghofur yang artinya negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun,” ucap Habib Nabiel.

Dengan momentum ini, Habib Nabiel berharap, santri tidak hanya fokus terhadap persoalan agama, melainkan mampu membangun karakter bangsa yang memiliki kesimbangan antar intelektulitas dan religiusitas, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense