Sebelumnya
“Bagaimana para guru memberikan literasi kepada muridnya, kalau mereka belum paham,” katanya.
Menyikapi masalah ini, lanjut Frederica, OJK terus mendorong edukasi keuangan atau training for trainers kepada para guru. Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk mengedukasi para guru.
“Kami punya program khusus untuk guru-guru. Edukasi ini mencakup literasi keuangan, baik konvensional maupun syariah. Terbaru, OJK meluncurkan program Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) bagi guru, pendamping, pengurus yayasan di Pondok Pesantren,” tuturnya.
Di media sosial X, netizen prihatin dengan banyaknya guru yang menjadi korban pinjol. Terlebih guru honorer, yang gajinya hanya ratusan ribu rupiah per bulan.
Baca juga : Pilbup Indramayu Memanas
Akun @Rickyanton13 mengatakan, guru terpaksa cari pinjol, karena tidak punya alternatif untuk menutup biaya hidup.
“Guru adalah pihak yang paling rentan terhadap pinjol, karena gaji mereka sangat kecil. Memang sih hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tapi tetap saja pinjol bukan solusi,” tulisnya.
“Soal pinjol, semua orang harusnya sudah tahu, itu dampaknya seperti narkoba. Tapi, ini bukan soal pinjol saja. Para guru dibebankan masalah upah yang nggak layak bagi guru dan beban mendidik yang tinggi. Semoga makin banyak orang paham, akar masalahnya ada dimana,” timpal akun @dofesto19965.
Akun @dobelden berharap, gaji guru honorer segera dinaikkan.
Baca juga : Pasar Kramat Jati Siap Kelola Sampah Mandiri
“Gaji guru honorer yang hanya Rp 150-200 ribu per bulan, hanya cukup buat hidup seminggu. Akhirnya, mereka terjerat pinjol. Gini amat nasib guru honorer,” keluhnya.
“Sekarang siapa yang mau berprofesi sebagai guru? Selain tanpa tanda jasa, juga tanpa slip gaji. Kalau buat hidup saja susah harus cari tambahan sana sini, ya boro-boro meningkatkan kualitas pengajaran. Perut lapar dan dikejar pinjol pula, ampun deh,” cuit akun @Nizarina.
Sementara, akun @0xwildee menilai, semua masyarakat kalangan bawah rentan jadi korban pinjol.
“Bukan cuma guru honorer, petani, buruh dan pedagang kecil, banyak yang terkena pinjol. Itu penyebab negara ini deflasi. Bagaimana mereka membelanjakan uang untuk kebutuhan pokok, mereka sibuk bayar tagihan pinjol,” cetusnya.
Baca juga : Real Madrid Vs AC Milan, Duel Gengsi Dua Raksasa
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 5 November 2024 dengan judul Kebutuhan Meningkat, Terjerat Pinjol, Banyak Guru Yang Belum Paham Literasi Keuangan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.