BREAKING NEWS
 

Alasan Ekonomi Hingga Faktor Pendidikan

Fenomena Childfree Makin Tumbuh Subur

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 14 November 2024 07:25 WIB
Fenomena childfree alias keputusan tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun adopsi, mengalami tren kenaikan. (Foto: Ilustrasi/iStockphoto/Motortion)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) bertema “Menelusuri Jejak Childfree di Indonesia” mengungkap fenomena childfree alias keputusan tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun adopsi, mengalami tren kenaikan. Pegiat dunia maya juga ramai membahas soal ini.

Berdasarkan hasil Sur­vei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2022, persen­tase perempuan childfree di Indonesia sebanyak 8,2 persen atau setara dengan 71 ribu orang.

Penulis kajian BPS tentang childfree Satria Bagus Panun­tun menyatakan, persentase perempuan childfree sebesar 8,2 persen tahun 2022 mengalami kenaikan 1,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga : Emil Tebarkan Simpati, Pramono Terus Sosialisasi

Menurutnya, prevalensi perempuan childfree dalam kajian itu dihitung dari perempuan berusia 15-49 tahun yang pernah kawin, tapi belum pernah mela­hirkan anak dan tidak mengguna­kan KB (Keluarga Berencana).

“Adanya tren kenaikan child­free berkontribusi signifikan ter­hadap penurunan Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah anak yang dilahirkan di Indonesia,” ujar Satria melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/11/2024).

Lebih lanjut, Satria menjelas­kan, perempuan yang mengejar pendidikan lebih tinggi lebih sering menunda, bahkan tidak berkeinginan memiliki anak. Khususnya mereka yang men­empuh pendidikan S2 atau S3.

Baca juga : Ayo, Bentuk Matra Siber

“Meningkatnya persentase perempuan childfree lulusan perguruan tinggi di Indonesia, mengindikasikan adanya aso­siasi yang kuat antara level pen­didikan dengan paradigma baru kepemilikan anak,” imbuhnya.

Penulis kajian BPS Yuniarti menambahkan, berdasarkan ka­jian yang dilakukan pihaknya, Pulau Jawa merupakan pusat berkembangnya paradigma child­free di Indonesia. Tahun 2022, persentase perempuan yang tidak ingin memiliki anak di Pulau Jawa hampir mencapai 9 persen.

“Sebagian besar dari mereka berdomisili di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Para perem­puan childfree ini lebih banyak hidup di perkotaan dan sangat terbuka terhadap modernisasi pola pikir,” jelasnya.

Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren

Temuan menarik lainnya, sebut Yuniarti, pandemi Co­vid-19 juga memberi andil pada keputusan childfree masyarakat. Saat dan pasca pandemi, neraca ekonomi rumah tangga goyang, sehingga childfree dianggap sebagai salah satu usaha menor­malkan keuangan.

“Banyak perempuan memilih childfree agar tidak memperbu­ruk perekonomian keluarga,” imbuhnya.

Adsense

Dalam jangka pendek, lanjut Yuniarti, perempuan childfree bisa meringankan beban ang­garan Pemerintah, karena sub­sidi pendidikan dan kesehatan untuk anak berkurang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense