Sebelumnya
Namun, dalam jangka panjang, perempuan childfree akan menua tanpa keluarga, sehingga berpotensi menjadi tanggung jawab negara.
“Pertanyaannya, apakah Pemerintah cukup siap memberikan jaminan sosial untuk mereka,” cetusnya.
Terpisah, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka menyatakan, selain mengatasi masalah stunting, pihaknya akan berusaha menjaga angka kelahiran atau TFR agar tidak mengalami penurunan maupun peningkatan drastis.
Baca juga : Emil Tebarkan Simpati, Pramono Terus Sosialisasi
“Kita harus tetap berada pada angka ideal 2,1. Kalau TFR terlalu drop, bisa jadi aging society, seperti di Jepang, Korea Selatan dan negara-negara maju lainnya. Tentunya kami akan berkolaborasi, melihat bagaimana cara yang paling tepat,” ucapnya.
Di media sosial X, fenomena childfree juga banyak diperbincangkan, bahkan kerap melahirkan perdebatan.
Akun @iimfahima menyesalkan, titik fokus BPS pada fenomena childfree ada pada perempuan. Menurutnya, keputusan childfree disebabkan berbagai faktor lain.
Baca juga : Ayo, Bentuk Matra Siber
“Childfree tinggi disebabkan oleh: Rumah mahal, sekolah mahal, makanan sehat mahal, lapangan kerja sempit, kebijakan nggak berpihak pada perempuan bekerja, dan lain sebagainya. Ini semua isu struktural, tanggung jawab Pemerintah. Ini belum membahas isu budaya, dimana laki-laki patriarkis nggak mau berbagi peran dalam rumah tangga, masih banyak...! Tapi yang disalahkan atas isu besar ini: PEREMPUAN,” protesnya.
“Inilah alasanku nggak pernah nge-judge orang yang nggak mau nikah atau nggak mau punya anak. Soalnya, masalahnya sangat kompleks kak,” timpal akun @sailorusagiii.
Akun @emye82 berpendapat, keputusan seseorang atau pasangan untuk childfree, pasti dilakukan dengan pertimbangan matang. Hal itu bersifat pribadi sehingga tidak etis menggunjing orang-orang memutuskan childfree.
Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren
“Daripada judge childfree/tidak, lebih baik kita paham: 1) Ada yang punya kondisi medis. 2) Ada yang belum siap mental/finansial. 3) Ada yang mau fokus goals lain dulu. Yang penting: hormati pilihan orang lain dan jangn lupa anak itu amanah, bukan ‘achievement’ sosial. Let’s be kind to each other,” tuturnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 14 November 2024 dengan judul Alasan Ekonomi Hingga Faktor Pendidikan, Fenomena Childfree Makin Tumbuh Subur
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.