BREAKING NEWS
 

Gebuk Stunting, Makan Bergizi Gratis Mulai 2025, Pengantin Dicek Sebelum Nikah

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 18 November 2024 21:08 WIB
Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk ”Makan Bergizi Gratis Solusi Atasi Stunting”, Senin (18/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya pemerintah menekan angka stunting di Indonesia semakin gencar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diluncurkan pada Januari 2025 akan menjadi senjata utama untuk mencapai target prevalensi stunting di bawah 20 persen pada 2024, bahkan hingga 5 persen pada 2045 sesuai standar WHO. Lintas kementerian/lembaga (K/L) akan dilibatkan.

Plt Deputi III Kemenko PMK, Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral sangat krusial. “Integrasi dengan MBG menjadi penting untuk mempercepat target pemerintah,” ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin (18/11). 

Program ini akan menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, kelompok yang rentan terhadap stunting.  

Selain intervensi makanan bergizi, pemerintah juga akan memanfaatkan data berbasis alamat untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Karena itu, kata Nunung, keberhasilan MBG bergantung pada koordinasi program lintas sektor.

Baca juga : Prabowo Ingin Belajar Program Makan Bergizi Gratis Dari Brazil

Integrasi dengan pemanfaatan pangan lokal juga diusung. Seperti pendekatan berbasis komunitas yang mengolah magot sebagai pakan ternak dan pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan.  

"Komunitas ini bisa menjadi inspirasi untuk daerah lain, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan gizi," tambahnya.

Adsense

Program ini juga menjadi solusi bagi daerah terpencil seperti Papua, di mana distribusi logistik kerap menjadi tantangan. Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal, pemerintah berharap dapat menekan biaya distribusi sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di daerah tersebut.  

Deputi KSPK BKKBN, Nopian Andusti, menekankan pentingnya intervensi dini untuk mencegah stunting. Salah satu langkah utama adalah pemeriksaan kesehatan calon pengantin tiga bulan sebelum menikah guna mendeteksi anemia atau kekurangan energi kronis. 

Baca juga : Ini Yayasan di Balik Program Percontohan Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta

Untuk mendukung langkah ini, aplikasi Siap Nikah dan Siap Hamil dikembangkan agar pasangan muda dapat memantau kondisi kesehatan mereka. Pendekatan teknologi juga diterapkan melalui aplikasi DESI (Digital e-Assistance for Stunting Information) yang dirancang untuk memberikan informasi lengkap mengenai pencegahan stunting.  

"Dengan pendekatan teknologi, masyarakat dapat lebih mudah memahami risiko yang ada dan menjalani langkah preventif sebelum membangun keluarga," tandasnya.

Deputi Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun Strategi Nasional (Stranas) baru yang akan menjadi dasar kebijakan untuk periode 2025–2029. 

"Perpres baru akan menjadi landasan untuk periode 2025–2029. Selain menekankan pencegahan, kami juga memastikan anggaran benar-benar tersalurkan secara efektif,” sebut dia. 

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Didukung China dan Amerika

Selain itu, aplikasi digital akan digunakan untuk memantau distribusi makanan bergizi dan mengidentifikasi daerah yang memerlukan intervensi khusus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan literasi gizi masyarakat dan mendorong ketahanan pangan berbasis lokal. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense