Dark/Light Mode

Program Makan Bergizi Gratis Didukung China dan Amerika

Jumat, 15 November 2024 08:58 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau uji coba program makan bergizi gratis di SMPN 270 Jakarta Utara, Rabu (23/10/24). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau uji coba program makan bergizi gratis di SMPN 270 Jakarta Utara, Rabu (23/10/24). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Makan bergizi gratis, yang merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mendapatkan dukungan dari dua negara adidaya: Amerika Serikat (AS) dan China.

Dukungan AS terhadap program tersebut, dipastikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden AS Joe Biden, di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (12/11/2024).

Pernyataan dukungan AS dimuat dalam Joint Statement atau Pernyataan Bersama usai pertemuan Biden-Prabowo, yang dipublikasikan Gedung Putih. "Presiden Biden juga menyatakan dukungannya terhadap program nasional Indonesia untuk menyediakan makanan bergizi dan sehat bagi anak sekolah dan ibu hamil," demikian kutipan pernyataan tersebut.

Selain itu, Prabowo dan Biden juga berkomitmen memajukan kerja sama kesehatan guna memajukan penelitian klinis, kesehatan masyarakat, dan sistem untuk mengatasi kondisi kronis, serta penyakit menular, termasuk tuberkulosis. Kedua kepala negara juga menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tingkat tinggi tentang kesehatan antara Indonesia dan AS di masa mendatang.

“Upaya ini menggarisbawahi komitmen kuat kedua negara untuk berkolaborasi guna mewujudkan tujuan transformasi kesehatan Indonesia,” tulis Gedung Putih.

Baca juga : Kembali Blusukan, Jokowi Banyak Dicurhati Warga

Sebelum pertemuan tersebut, Prabowo mengunjungi China untuk bertemu Presiden Xi Jinping, Minggu (10/11/2024). Dalam pertemuan yang digelar di Beijing tersebut, Pemerintah China menyatakan dukungan untuk pendanaan program makan bergizi gratis.

Dukungan pendanaan ini, dimuat dalam "Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia". Kesepakatan itu dibacakan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Xi Jinping.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, China yang akan mendukung program Indonesia, telah lebih dulu melaksanakan program makan bergizi gratis. "Mereka akan men-support karena mereka juga sudah melaksanakan makan bergizi di sini," kata Airlangga, kepada wartawan di Beijing, Senin (11/11/2024).

China telah menjalankan program semacam makan bergizi gratis sejak 2011. Sasarannya adalah siswa. Tujuannya untuk meningkatkan gizi siswa yang tinggal di pedesaan.

Dalam program ini, siswa di China bisa makan gratis tiga kali dalam sehari. Isian menunya ada nasi, daging, hingga sayuran yang dikemas dalam kotak makan. Berkat program ini, 48 persen siswa tidak mampu mendapatkan standar gizi yang direkomendasikan Pemerintah China. 

Baca juga : Kerja Cepat, Wujudkan Swasembada Pangan

Amerika juga telah menjalankan program makan bergizi gratis. Negeri Paman Sam itu, memiliki program makan siang sekolah nasional yang beroperasi di lebih dari 101.000 sekolah negeri, sekolah swasta nirlaba, dan lembaga perawatan perumahan.

Program ini diatur dan dikelola di tingkat federal oleh Layanan Pangan dan Gizi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Program makan siang sekolah menyediakan makanan bergizi seimbang dengan biaya rendah, atau tanpa biaya kepada lebih dari 31 juta anak setiap hari sekolah.

Program ini menyediakan makanan gratis, atau dengan potongan harga (yang disubsidi Pemerintah), kepada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Sedangkan bagi mereka yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan harga gratis atau potongan harga, akan dikenakan biaya nominal.

Untuk di Indonesia, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, program makan bergizi gratis membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun per hari. Targetnya 82,9 juta penerima selama 5 tahun ke depan.

"Ini uang yang tidak sedikit, tapi untuk investasi SDM masa depan," jelas Dadan, Senin (11/11/2024). 

Baca juga : 2024, 8,8 Juta Orang Main Judol

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono bersyukur atas dukungan China dan AS terhadap program makan bergizi gratis Prabowo. Dave yakin, dengan dukungan tersebut, program ini akan berjalan lancar.

"Dukungan dari negara yang telah berhasil melaksanakan akan berguna agar pemerintah dapat mensukseskan program ini," kata politisi Partai Golkar ini, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (14/11/2024).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.