Sebelumnya
Kebijakan ini, diakui Prabowo, mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sebab, meringankan beban ekonomi di tengah tingginya permintaan transportasi udara.
Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ia meminta, agar segala persiapan, mulai dari infrastruktur, transportasi, hingga pengamanan, dilakukan secara matang.
“Saya yakin dan kita mampu menyelenggarakan semua persiapan dengan sebaik-baiknya. Kita yakinkan bahwa masyarakat bisa menghadapi tahun baru dengan aman, dengan tertib, dan dengan lancar,” tutur Prabowo.
Terakhir, Prabowo kembali menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan yang telah dirintis oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia berkomitmen untuk memperbaiki sistem dan kebijakan yang ada demi kesejahteraan rakyat.
Baca juga : Di Senayan, Banteng Ditinggal Sendirian
“Kita melanjutkan dasar-dasar yang sudah diletakkan oleh Presiden sebelumnya, tapi kita bertekad untuk terus memperbaiki semua kebijakan, memperbaiki sistem yang perlu diperbaiki,” beber mantan Danjen Kopassus itu.
Mendapat pujian saat rapat, Zulhas angkat bicara. Dia memastikan, 2025 Indonesia bebas impor beras. Kalaupun ada, tambahnya, itu merupakan penyelesaian kuota yang belum diselesaikan tahun ini. Mengingat, realisasi impor beras tahun ini mencapai 2,8 juta ton dari kuota yang ditentukan 3,6 juta ton.
“Jadi tidak akan ada keputusan impor beras tahun depan,” ucap Zulhas usai sidang kabinet.
Zulhas yakin, stok pangan Indonesia dalam menghadapi Nataru mencukupi. Sebab, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di gudang Perum Bulog mencapai hampir 2 juta ton. Sementara, beras yang beredar di masyarakat mencapai 8 juta ton. “Jadi harga aman terkendali, nggak usah khawatir,” terang Ketua Umum PAN itu.
Baca juga : Herman Khaeron: Pilkada Memang Harus Dievaluasi
Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada harga beras per November 2024. Deflasi tersebut sebesar 0,45 persen.
“Deflasi harga beras ini dialami 26 provinsi secara serentak, dengan penurunan terdalam terjadi di Papua Pegunungan, yang mengalami deflasi beras hingga sebesar 4,64 persen,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis BPS di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Dijelaskan Amalia, jelang memasuki periode November, harga beras memang kerap mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Baca juga : Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat
“Secara historis, tekanan inflasi komoditas beras di November menunjukan penurunan dibandingkan dengan kondisi Oktober. Hal ini terjadi pada 3 tahun terakhir, 2022-2024,” papar Amalia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 3 Desember 2024 dengan judul Puji Kabinet Sebagai Team Work Yang Kompak, Prabowo: Kita Semakin Kuat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.