BREAKING NEWS
 

BNPT: Internet Dan Medsos Jadi Sarang Penyebar Ekstremisme Tertinggi Kedua

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 3 Desember 2024 18:21 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono. Foto: Instagram/eddyhartono90

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan bahwa internet dan media sosial kini menjadi salah satu saluran utama penyebaran ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada aksi terorisme di Indonesia. 

Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono mengatakan, berdasarkan dokumen I-KHub BNPT Counter Terrorism (CT) and Violent Extremism (VE) Outlook 2024, penyebaran ekstremisme di dunia maya menempati posisi kedua tertinggi setelah komunitas.  

"Sejak 2013 hingga 2022, dari 721 berkas putusan yang dianalisis terdapat 360 kasus pelaku tindak pidana terorisme yang terpapar melalui platform digital," ujar Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono dalam acara Publikasi I-KHUB BNPT CT/VE Outlook 2024 di Jakarta, Selasa (3/12).  

Baca juga : Top! PGN LNG Indonesia Cetak Rekor Penyaluran Gas Tertinggi

Komjen Eddy menyoroti semakin kompleksnya penyalahgunaan teknologi oleh kelompok teroris. Termasuk menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam membuat konten propaganda serta terindikasi memiliki bahan-bahan pelatihan terkait hacking serta penyalahgunaan teknologi dan game online.

Adsense

Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas propaganda kelompok teroris dan simpatisannya di ruang siber mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan aktivitas propaganda tersebut, sambung dia, termanifestasi ke dalam dua kali serangan teroris di Indonesia, yang sepenuhnya dipengaruhi oleh radikalisasi melalui internet.

"Kedua serangan itu, yakni serangan tunggal pada tahun 2017 di Banyumas dan pada tahun 2022 di Jakarta. Keduanya menargetkan polisi dan dipengaruhi oleh ideologi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang disebarkan melalui internet," ucap dia.

Untuk menangkal ancaman ini, Eddy menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga negara dan unsur masyarakat ke depan perlu dilaksanakan secara lebih terkoordinasi guna optimalisasi sumber daya dan mencapai hasil yang lebih maksimal.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Gencar Lakukan Sosialisasi Kepada PWBD

Ia menyebutkan upaya tersebut meliputi pengendalian konten, patroli siber, pemblokiran, kontrapropaganda, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan literasi digital. 

Selain itu, koordinasi antarkementerian dan lembaga dengan tugas dan fungsi terkait serta pencegahan ekstremisme kekerasan dan terorisme di ruang siber perlu dioptimalisasi melalui penyamaan paradigma guna memaksimalkan informasi yang diperoleh, sumber daya, serta program pencegahan.

Menurut Eddy, terdapat beberapa model kerentanan masyarakat terhadap radikalisasi di ruang siber. Di antaranya, minim literasi digital, terpapar konflik sosial, serta terasing dari akar komunitas dan budaya menjadi beberapa faktor utama kerentanan terhadap radikalisasi dan keterpaparan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di ruang siber.

Baca juga : Kemenko Polkam Bahas Pembentukan Wadah Pelaporan Ekstremisme di Kampus

Dengan makin berkembangnya ancaman di dunia maya, BNPT berharap langkah-langkah ini dapat menjadi tameng efektif dalam mencegah ekstremisme.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense