RM.id Rakyat Merdeka - Inovasi kecerdasan buatan (AI) karya dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Prasanti Widyasih Sarli, mencuri perhatian dunia. Dosen di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB ini berhasil menciptakan model AI yang mampu memprediksi risiko keruntuhan bangunan akibat gempa.
Dengan inovasi ini, korban gempa akibat reruntuhan bisa diminimalisir, jika antisipasi dengan tepat.
"Kami berharap teknologi artificial inteligence yang sedang kami kembangkan mampu mengidentifikasi tipologi bangunan hanya melalui foto, dapat memetakan resiko suatu area secara cepat dan murah," ujar Prasanti dilansir laman resmi ITB, Kamis (5/12).
Baca juga : Pakar Polimer ITB Sayangkan Isu BPA Dipakai untuk Persaingan Usaha
Melalui inovasi ini, Prasanti ingin menekankan pentingnya mitigasi risiko bencana berbasis data bangunan.
Model AI ini bekerja dengan menganalisis ribuan foto bangunan dari Google Street View. Setiap foto dilabeli berdasarkan tipologi bangunan dan diolah untuk melatih model AI.
Teknologi ini mampu memperhitungkan faktor lokasi, termasuk jarak bangunan dari sumber gempa, sehingga dapat memberikan estimasi risiko yang lebih akurat. Doktor dari Departemen Teknik Sipil University of TokyoUniversity of Tokyo, Jepang ini yakin teknologi tersebut mampu memetakan resiko jutaan bangunan di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu singkat.
Baca juga : Warning Apindo: Kenaikan Upah Tinggi Bisa Kurangi Lapangan Kerja Formal
Dalam kajian seismologi, gempa bumi memang tidak langsung membahayakan manusia. Namun, korban jiwa biasanya disebabkan oleh runtuhnya bangunan. Hal ini yang ingin ditegaskan Prasanti melalui teknologi buatannya tersebut.
Ia percaya, jika data kerentanan bangunan dikelola dengan baik, mitigasi bencana bisa dilakukan lebih efektif. Teknologi ini juga dapat digunakan oleh pemerintah dan lembaga terkait untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi dan menyusun kebijakan mitigasi yang lebih tepat sasaran.
Inovasi ini telah mendapat pengakuan dunia. Penelitian berjudul "Resilience For All: Indonesian Large Scale Housing Assessment" yang dilakukan bersama tim pada 2022 ini berhasil meraih penghargaan L'oreal-UNESCO for Women in Science 2024.
Baca juga : Siswa Punya Bekal Hadapi Tantangan di Masa Depan
Prasanti mengungkapkan bahwa riset ini melibatkan kolaborasi dengan para ahli dari berbagai bidang, seperti insinyur sipil, pakar seismologi, dan ahli sistem informasi.
Ke depan, Prasanti berharap teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas di Indonesia. Dengan risiko gempa yang tinggi di banyak wilayah, teknologi AI seperti ini diharapkan mampu menjadi alat vital dalam menyusun strategi mitigasi bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.