RM.id Rakyat Merdeka - Arsip lama Presiden Prabowo Subianto di detik-detik wafatnya ayahanda, Sumitro Djojohadikusumo kembali mencuat bersamaan dengan momentum Hari Ayah yang diperingati setiap 12 November.
Dalam video yang ditayangkan di saluran YouTube I News TV tersebut tampak Prabowo mengurus jenazah Ayahnya.
Prabowo ikut memandikan, memikul peti, memasukkan ke dalam mobil ambulans, menurunkan kembali ke rumah duka hingga kembali membuka peti jenazah sang Ayah.
Prabowo pun tampak menyambut semua keluarga, tamu dan sahabat yang datang melayat.
Baca juga : Disambut Gibran, Prabowo Pulang Ke Tanah Air Usai Lawatan Ke Enam Negara
Arsip video ini pun menuai komentar dari warganet. Mereka mendoakan almarhum Sumitro Djojohadikusumo dan merespons momen Prabowo yang ikut mengurus sendiri jenazah sang Ayah.
"Saya rakyat biasa di Kalimantan Utara turut berduka cita atas wafatnya Bapak Sumitro (begawan Ekonomi indonesia) semoga almarhum ditempatkan disisi Alloh Yang Maha Agung. Amin," tulis akun @@DjokoSusilo-x6z pada 12 Desember 2024.
"Salut, Pak Prabowo langsung urus sendiri jenazah ayahnya. Tanpa perintah-perintah kepada "bawahan". Terlihat sifat humanis Pak Prabowo, Biasanya orang "kaya" agak enggan mengurus langsung jenazah keluarganya," tambah akun @HendraBarbarossa-pn4xe.
Ada beberapa warganet juga menilai dari arsip ini terlihat benang merah kekonsistenan perjuangan Prabowo kepada rakyat sudah terlihat dari dulu.
Baca juga : Dari Brazil, Prabowo Apresiasi Kemenangan Timnas 2-0 Atas Arab Saudi
"Terlihat jelas benang lurus nilai-nilai perjuangan Prabowo dari dulu sampai sekarang, konsisten, demokrasi, kerakyatan, kebangsaan!" tulis akun @kibaltunus8762.
"Pemimpin itu tidak dibentuk secara instan tapi tumbuh dengan arus kehidupan yang terus dihadapi," tambah akun @rahmatsurya5258.
Ayahanda Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo meninggal pada tanggal 9 Maret 2001 di usia 84 tahun. Beliau meninggal di Rumah Sakit Dharma Nugraha, Rawamangun, Jakarta Timur dan disemayamkan di rumah duka kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Prabowo dalam momen tersebut juga mengatakan kepergian sang Ayah meninggalkan kesan mendalam pada dirinya terutama bagaimana pelajaran yang diterimanya, pesan-pesan perjuangan membangun Indonesia yang disampaikan untuk diteruskan.
Baca juga : Di Brazil, Prabowo & Sekjen PBB Bahas Palestina Dan Krisis Iklim
"Saya kira beliau adalah pejuang merah putih, selalu berpikir persatuan bangsa, selalu berpihak kepada rakyat, ekonomi kerakyatan yang selalu beliau dengungkan. Sebagai Bapak, saya hormat, beliau adalah seorang Profesor yang cukup keras mendidik, nilai-nilai yang diperjuangkan adalah tentang kebangsaan, kerakyatan dan demokrasi," kata Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.