BREAKING NEWS
 

Bertemu Paus Fransiskus, Arsjad Rasjid Bawa Misi Kemanusiaan Dan Berkelanjutan

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 13 Desember 2024 14:08 WIB
Co-Founder 5P Global Movement, Arsjad Rasjid bersama Paus Fransiskus di Vatikan. (Foto :Vaticannews) 

RM.id  Rakyat Merdeka - Co-Founder 5P Global Movement, Arsjad Rasjid menghadiri Human Economic Forum yang dihadiri oleh Paus Fransiskus di Vatikan

Menghadirkan pemimpin global, perwakilan pemerintah dan organisasi internasional, forum ini mendiskusikan kemajuan ekonomi yang tidak mengorbankan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.

Kesempatan ini sekaligus menjadi wadah untuk mengintegrasikan teknologi, ekonomi dan sosial dalam solusi yang inklusif dan berkeadilan.

Baca juga : Menteri ESDM: Hilirisasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

5P Global Movement, sebuah inisiatif yang bertujuan menciptakan dunia yang lebih inklusif, harmonis dan berkelanjutan.

“5P berdiri di atas lima pilar utama: Peace, Prosperity, People, Planet dan Partnership. Melalui partisipasi di Human Economic Forum, kami menegaskan komitmen untuk mendorong kolaborasi global demi menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Arsjad dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (13/12).

Adsense

Forum ini diwarnai oleh berbagai agenda penting, termasuk audiensi dengan Paus Fransiskus yang secara simbolis menyalakan lilin SDGs untuk tujuan 16 : Perdamaian, Keadilan dan Institusi yang Kuat, sebagai seruan untuk dunia yang lebih damai dan adil.

Baca juga : CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Dan Berkelanjutan

Selain itu, diluncurkan juga rancangan dokumen Social Taxonomy yang akan diajukan ke Uni Eropa untuk melengkapi Green Deal.

Menurut Arsjad Rasjid, forum ini turut mengingatkan pada Istiqlal Declaration yang baru-baru ini ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal di Indonesia. 

Dalam deklarasi tersebut, kedua pemimpin agama sepakat bahwa dunia tengah menghadapi dua krisis besar, termasuk dehumanisasi yang tercermin dalam semakin melemahnya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) terutama hak anak yang semakin terpinggirkan. 

Baca juga : Yakes Pertamina Bangun Ekosistem Layanan Kesehatan Berkelanjutan

Di tengah kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), institusi yang seharusnya menyelesaikan masalah ini justru memerlukan evaluasi dan pembaruan. Dunia harus berpikir ulang tentang multi-lateralisme dan peran institusi-institusi besar dalam menciptakan solusi yang adil dan manusiawi.

"Sebagai bagian dari kontribusinya untuk hak anak, 5P Global Movement juga memperkenalkan 5P Kids Platform, sebuah inisiatif yang mendukung implementasi Konvensi Hak Anak di berbagai negara, termasuk membantu anak-anak korban perang dari Ukraina dan Palestina," jelas Arsyad.

"Keterlibatan 5P Global Movement dalam Human Economic Forum menjadi bukti nyata peran Indonesia dalam komitmen global untuk menjawab tantangan dunia modern melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat pesan penting bahwa kemajuan ekonomi harus selaras dengan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense