Dark/Light Mode

Bertemu Dokter Hewan Indonesia, Wamen Viva Bahas Sentra Sapi Perah Di Daerah

Senin, 11 November 2024 20:38 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI), Dr. drh. Muhammad Munawaroh di Kantor Wakil Menteri Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (11/11)
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI), Dr. drh. Muhammad Munawaroh di Kantor Wakil Menteri Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (11/11)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI), Dr  drh Muhammad Munawaroh di Kantor Wakil Menteri Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (11/11)

Pertemuan tersebut, membahas bagaimana mengembangkan pembangunan Sentra Sapi Perah di Daerah Transmigrasi. Sebab, Susu adalah salah satu menu dalam program makan bergizi gratis di pemerintahan kabinet merah putih.
  
Kepada wartawan, Wamen dari PAN ini mengatakan, pertemuan dengan para dokter hewan untuk mendiskusikan pengembangan budi daya dan  ternak sapih perah. 

Dikatakan, dengan adanya program makan bergizi gratis tentu dibutukan susu yang mencukupi. Hal demikian tentu bukan sesuatu yang mudah. 

Baca juga : Kerja Sama Indonesia-China Capai Rp 156 T, Anindya Bakrie: Ini Pertanda Baik

“Jangan berorientasi impor namun harus ada perencanaan yang matang untuk memenuhi kebutuhhan susu dalam negeri”, ujar Wamen Viva
 
Menurutnya, kiat untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri adalah perlunya pengembangan kawasan baru sebagai sentra sapi perah. 

“Nah potensi itu ada di daerah-daerah transmigrasi”, ujar Viva Yoga yang juga merupakan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
 
Daerah transmigrasi sebagai kawasan baru sentra sapi perah tentu ia harus cocok dengan habitat sapi perah, yakni pegunungan, dataran tinggi, dan dingin. 

“Selain itu juga ada minat dari masyarakat untuk menjadi transmigran yang bergerak pada peternakan sapi perah”, ujarnya.
 
Bila ada daerah baru dan peminat menjadi peternak sapi perah, selanjutnya Kementerian Transmigrasi akan bermitra dengan Kementerian Pertanian untuk melatih calon transmigran untuk bagaimana mengelola peternakan sapi perah dan produksinya.
  
Dikatakannya, Kementerian Transmigrasi saat ini sedang memetakan dan melakukan monitoring kawasan transmigrasi yang cocok buat pengembangan peternakan sapi perah dan industri pengolahan susu. 

Baca juga : Sowan Ke BIN, Menhan Bahas Kerja Sama Intelijen Hadapi Berbagai Ancaman Keamanan

“Program ini memiliki banyak dampak yang baik, yakni meratakan pertumbuhan ekonomi, membangun kedaulatan pangan dan untuk memenuhi kebutuhan susu dalam rangka program makan bergizi gratis untuk anak Indonesia”, ujarnya.
 
Ia senang bisa bertemu dengan drh Ahmed, sebab dirinya bisa belajar produksi sapi perah di Pakistan. 

Menurut catatan, pada tahun 2022-2023, produksi susu di negara yang berbatasan dengan India itu mencapai 65.785.000 ton. Produksi susu yang demikian membuat Pakistan sebagai negara penghasil susu terbesar ketiga di dunia.

Dirinya mendorong agar peternakan sapi perah di Indonesia bisa berkembang. Hal demikian ditekankan sebab pasca merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat jumlah sapi perah menurun, dari 500,000 menjadi 300.000 ekor. 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.