BREAKING NEWS
 

Diungkap Kemenkes

Duh, Pengeluaran Rokok Setara Belanja Daging

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 23 Januari 2025 07:25 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi. (Foto: Disway.id/Hasyim Ashari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi para perokok, terlebih yang sudah berkeluarga, perlu memikirkan ulang kebiasaan merokoknya. Pasalnya, pengeluaran keluarga untuk rokok bisa dialihkan ke pos konsumsi lain yang lebih bermanfaat, seperti membeli daging.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi menyatakan, pengeluaran belanja rokok dan tembakau sebuah keluarga di Indonesia saat ini hampir setara dengan pengeluaran untuk membeli protein hewani, seperti daging.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, persentase pengeluaran sebuah keluarga untuk belanja untuk rokok dan tembakau pada kuintil 1 atau kelompok rumah tangga dengan pengeluaran per kapita per bulan paling rendah (miskin) tercatat 11,54 persen, kuintil 2 sebesar 13,39 persen, kuintil 3 sebesar 14,17 persen, kuintil 4 sebesar 14,30 persen dan kuintil 5 sebesar 11,35 persen.

Baca juga : Kerugian Negara Diduga Mencapai Rp 60,8 Miliar

“Nilai pengeluaran (belanja rokok dan tembakau pada 2023) hampir setara pengeluaran untuk protein hewani, yang mencakup ikan, udang, cumi, kerang, daging, telur, dan susu,” ujar Endang dalam keterangannya dikutip, Rabu (22/1/2025).

Dia mengingatkan, tantangan di bidang gizi semakin kompleks dan beragam. Sebab itu, Endang berharap, adanya kemauan dari semua pihak, termasuk dari lingkungan keluarga untuk mengatasi hal tersebut.

“Indonesia mengalami tiga masalah besar terkait gizi, yakni gizi kurang, kekurangan mikronutrien dan overweight atau obesitas. Salah satu masalah yang signifikan, stunting pada balita mencapai 21,5 persen. Itu berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia kita,” tuturnya.

Baca juga : Baleg DPR Bahas Pemberian Izin Ormas Kelola Tambang

Lebih lanjut, Endang mengatakan, konsumsi protein hewani pada balita juga masih rendah, yakni 21,6 persen. Bahkan, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia cenderung tidak sarapan setiap hari.

Karenanya, dia berharap, Hari Gizi Nasional yang akan diperingati pada 25 Januari nanti dijadikan momen untuk mengubah pola pikir masyarakat. Masyarakat Indonesia harus mulai memberi prioritas pada pola makan bergizi seimbang, terutama bagi anak-anak.

“Gizi seimbang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat harus mampu memilih makanan yang lebih sehat sebagai asupan sehari-hari,” jelasnya.

Adsense

Baca juga : Bulog Dipatok Serap Tiga Juta Ton Beras

Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha menambahkan, kualitas gizi berperan besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Sebab itu, Presiden Prabowo Subianto membentuk BGN, yang bertugas memastikan pemenuhan gizi nasional secara optimal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense