BREAKING NEWS
 

Wawancara Khusus Dengan Gubernur Lemhannas Dr Ace Hasan Syadzily

Kita Beruntung Miliki Presiden Yang Sangat Internasionalis

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Sabtu, 25 Januari 2025 08:10 WIB
Gubernur Lemhannas Dr Tubagus Ace Hasan Syadzily. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dr Tubagus Ace Hasan Syadzily langsung menyiapkan sejumlah program baru begitu dilantik menjadi Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 22 Oktober 2024. Program-program itu didorong dan diarahkan untuk menyukseskan Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa di antaranya, mem­bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk pengajar ketahanan, Lemhannas Goes to Campus, serta menggelar pembekalan atau retreat untuk para kepala daerah terpilih di Pilkada 2024. Kegiatan retreat ini rencananya dibuat serupa dengan yang dilaksanakan para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, beberapa waktu lalu.

Menurut Ace, retreat penting un­tuk memberikan wawasan kebangsaan kepada para kepala daerah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Ha­rapannya pemerintah daerah dapat berjalan seiring untuk menyukses­kan program nasional.

Waketum Partai Golkar ini juga menegaskan, Lemhannas tetap fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan bagi calon pemimpin nasional dan melakukan kajian mendalam tentang geopolitik. Kajian-kajian ini dirancang selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta hilirisasi dan industrialisasi.

“Saat ini, dukungan manajemen di­dorong dan diarahkan untuk menyukseskan program Astacita Presiden Prabowo,” kata Ace, dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka, di kantornya, Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (23/1/2024).

Baca juga : Pemerintah Berhasil Cegah Penyelundupan Barang Ilegal Rp 3,7 T

Dalam wawancara itu, Ace didam­pingi Sekretaris Utama Komjen Lemhannas Panca Putra, Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Mayjen Ridho Hermawan, Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Marsekal Muda Andi Heru, dan Kepala Bagian Penerangan Biro Humas Kolonel Hendra.

Dari Rakyat Merdeka hadir Kiki Iswara Darmayana (CEO Rakyat Merdeka Group), Ratna Susilowati (Direktur Pemberitaan), Riki Handayani (Pemimpin Redaksi), Bambang Trismawan (Reporter) dan Khairizal Anwar (Jurnalis Foto/ Video). Berikut kutipan wawancara selengkapnya.

Bagaimana ceritanya, Bapak di­tunjuk Presiden Prabowo menjadi Gubernur Lemhannas?

Saya tidak pernah membayangkan akan memimpin lembaga yang be­gitu strategis dan prestisius seperti ini. Saya benar-benar merasakan betapa mulianya tugas di Lemha­nas. Kami bekerja dalam konteks kenegarawanan, untuk memperkuat para calon pemimpin nasional.Teman-teman saya di Golkar men­candai, kok saya mau meninggalkan kenyamanan di DPR dan memilih bersusah-susah di Lemhannas. Kalau dipikir, bekerja di DPR itu memang seperti sebuah kemewahan. Karena marah-marah saja digaji kan? Hehe.

Jadi, ceritanya, saya dipanggil oleh Ketua Umum (Golkar). Beliau menyampaikan bahwa saya diminta untuk membantu di eksekutif. Awalnya saya membayangkan akan bertugas di kabinet. Kemudian, saya diberi­tahu bahwa Presiden Prabowo akan menempatkan saya untuk memimpin Lemhannas. Padahal saat itu saya ju­ga sedang disiapkan untuk memimpin Komisi DPR. Jadi saya tidak pernah membayangkan akhirnya memimpin lembaga ini.

Baca juga : Kader Gerindra Wajib Tuntaskan Janji Prabowo

Setelah tiga bulan menjabat, saya semakin menyadari tugas di sini sangat mulia. Karena Lemhannas memiliki tiga fungsi utama yang begitu penting.

Apa saja tugas di Lemhannas?

Lemhannas memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mempersiapkan calon pemimpin nasional melalui pendidikan. Saya baru tahu, pendidikan di Lem­hannas ini ternyata merupakan salah satu yang tertinggi di lingkungan TNI/ Polri. Untuk memperoleh pangkat bin­tang, seorang perwira terlebih dahulu mengikuti pendidikan di Lemhannas.

Pendidikan di Sesko (Sekolah Staf dan Komando) lebih fokus pada strategi perang atau logistik, misalnya. Sementara pendidikan di Lemhannas jauh lebih komprehensif dan inte­gral. Saya sempat berdiskusi dengan Deputi Pendidikan, bahwa kurikulum mencakup Astagatra (delapan dimensi yang harus dipahami oleh setiap calon pemimpin). Tujuannya, memberikan pemahaman menyeluruh tentang ketahanan nasional. Sehingga peserta memiliki kemampuan melihat dan mengatasi berbagai tantangan secara utuh dan terintegrasi.

Tugas kedua yaitu melakukan peng­kajian, terutama kondisi geopolitik. Salah satu yang menarik dari tugas ini, saya mendapat kesempatan men­dengarkan langsung dari para ahli dan Kementerian/ Lembaga. Saya merasa seperti seorang pembelajar, karena terus mendapat pengetahuan baru.

Baca juga : Peserta Dan Non Peserta BPJS Bisa Skrining Kesehatan Gratis

Dalam proses pengkajian, kami mengundang berbagai pakar untuk membantu merumuskan kebijakan stra­tegis. Hasil kajian tersebut kemudian diserahkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam pengambi­lan keputusan. Inilah yang menjadikan Lemhannas memiliki posisi strategis. Jangan lupa, lembaga ini juga presti­sius karena diisi berbagai unsur. Dari unsur Polri, TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut. Juga ada dari unsur ASN atau sipil.

Tugas ketiga Lemhannas adalah berupaya untuk terus memantapkan nilai-nilai kebangsaan. Kami ingin nilai-nilai ini disampaikan atau disosialisasikan kepada semua elemen masyarakat. Terkhusus kalangan milenial atau generasi muda.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense