Sebelumnya
Apakah ada program lain yang sedang direncanakan?
Saat ini, kami sedang mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk pengajar ketahanan di Lemhannas. Ini penting, karena sejak era Reformasi, tidak ada lagi standar khusus dalam pengajaran nilai-nilai kebangsaan. Berbeda dengan masa Orde Baru, waktu itu misalnya, calon guru wajib mengikuti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Pengalaman itu sangat membekas bagi saya. Karena melalui penataran tersebut, kita diajarkan untuk memahami nilai-nilai luhur, seperti Eka Prasetya Pancakarsa.
Sayangnya, jika kita bertanya kepada generasi muda saat ini tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, atau Bhinneka Tunggal Ika, banyak di antara mereka yang kurang memahami. Kemungkinan besar ini terjadi karena kurangnya pengajaran yang terstruktur mengenai empat konsensus kebangsaan tersebut.
Baca juga : Pemerintah Berhasil Cegah Penyelundupan Barang Ilegal Rp 3,7 T
Melalui program ini, kami ingin membuat pengajaran nilai-nilai kebangsaan lebih terbuka dan dapat diakses oleh berbagai profesi. Kami juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memperkuat rasa kebangsaan. Semoga dalam waktu dekat segera diluncurkan.
Selain itu, kami juga sekarang sedang melakukan pengukuran terhadap indeks ketahanan nasional. Ada 8 dimensi. Masing-masing dimensi ada sekitar 700 indikator. Kami bisa melakukan pendekatan khusus supaya bangsa kita kuat.
Apakah ada program disiapkan untuk pendidikan kebangsaan di kalangan mahasiswa dan akademisi?
Baca juga : Kader Gerindra Wajib Tuntaskan Janji Prabowo
Saat ini, kami sedang mendorong program Lemhannas Goes to Campus. Mengapa kampus? Karena kampus adalah lembaga yang sangat strategis. Program ini bertujuan untuk membuka saluran komunikasi yang lebih luas. Sebagai institusi, Lemhannas juga perlu mendengarkan pandangan dari akademisi, sambil berbagi wawasan tentang kebangsaan. Ini adalah pendekatan take and give. Kami berharap program ini menjadi bagian dari upaya Lemhannas untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memupuk rasa cinta tanah air di seluruh elemen masyarakat.
Tugas dari Presiden dalam waktu dekat ini apa ya?
Kami mendapatkan tugas dari Presiden, bersama Menteri Dalam Negeri, untuk menggelar retreat bagi kepala daerah terpilih. Teknis pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan. Kemungkinan digelar di Akmil Magelang. Saat ini, tim sudah melakukan survei ke sana.
Baca juga : Peserta Dan Non Peserta BPJS Bisa Skrining Kesehatan Gratis
Kami diminta menyiapkan konten atau materi dan kurikulum untuk program retreat kepala daerah terpilih. Rencananya, ini akan dibahas bersama Mendagri pada 31 Januari 2025. Kami menyambut baik inisiatif ini, karena program retreat bertujuan untuk menyelaraskan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah.
Melalui program ini, kami berharap kepala daerah memiliki pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai kebangsaan. Kepala daerah tidak hanya berpikir dalam konteks kedaerahan, tetapi juga harus ikut menyukseskan kepentingan nasional. Selain itu, dukungan manajemen juga harus diarahkan untuk menyukseskan program Astacita Presiden Prabowo. Presiden memiliki empat program prioritas utama, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang diterjemahkan dalam program makan bergizi gratis, hilirisasi dan industrialisasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Karena itu, berbagai materi yang disiapkan dalam program retreat ini akan difokuskan untuk mendukung keberhasilan keempat program strategis tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.