RM.id Rakyat Merdeka - Seorang tersangka kasus impor gula tahun 2015-2016 ternyata berada di luar negeri. Kejaksaan Agung (Kejagung) berupaya memulangkannya.
Tersangka tersebut yakni ASB, yang menjabat Direktur Utama PT KTM. Perusahaan swasta ini mendapat kuota impor gula dari Menteri Perdagangan (Mendag) saat itu, Thomas Lembong.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar mengungkapkan, tersangka ASB terdeteksi berada di Singapura. “Memang sudah di sana sejak lama," ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 25 Januari 2025.
Baca juga : Cadangan Devisa Berpotensi Meningkat Rp 1.455 Triliun
Harli tidak menjelaskan sejak kapan tersangka itu berada di Singapura. Menurutnya, tersangka sudah berada di luar negeri sebelum dicekal.
Kejagung terus memantau keberadaan tersangka untuk dipulangkan ke Tanah Air.
“Kami fokus pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti lainnya sembari memonitor yang bersangkutan,” katanya Harli.
Baca juga : Pemerintah Didorong Benahi Iklim Investasi
Untuk diketahui, Kejagung menetapkan sembilan tersangka kasus impor gula 2015 -2016. Mereka adalah TWN selaku Direktur Utama PT AP, WN Presiden Direktur PT AF, AS Direktur Utama PT SUJ, dan IS Direktur Utama PT MSI.
Berikutnya, PSEP selaku Direktur PT MT, HAT Direktur PT DSI, ASB selaku Direktur Utama PT KTM, HFH Direktur Utama PT BMM, dan ES selaku Direktur PT PDSU. Tujuh tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan di Kejagung pada Senin, 20 Januari 2025.
Sehari kemudian, penyidik Gedung Bundar menangkap tersangka, HAT Direktur Utama PT DSI di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada Selasa, 21 Januari 2025. Ia lalu diterbangkan ke Jakarta untuk ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
Baca juga : Pengunjung Parkir Di Trotoar Bakal Diderek
Penyidik juga menggeledah rumah HAT di Jakarta Selatan. penyidik Kejagung menyita mobil Mercedes-Benz C300 dan Cherry Omoda 4.
Sedangkan, tersangka ABS masih dalam pencarian, hingga keberadaannya di luar negeri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.