RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan pemangkasan anggaran di kementeriannya kepada DPR. Pemangkasan anggaran di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sangat besar, lebih dari 50 persen dari pagu awal.
Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2025). Tito hadir dengan tim lengkap dengan kedua wakilnya: Bima Arya dan Ribka Haluk. Mantan Kapolri itu juga membawa seluruh pejabat eselon I Kemendagri.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda. Fokus rapat adalah evaluasi kinerja Kemendagri 2024 dan program kerja Kemendagri 2025.
"Saya persilakan Menteri Dalam Negeri untuk memberikan paparan terkait evaluasi kinerja 2024 dan program kerja 2025. Saya persilakan Pak Mendagri," ujar Rifqi, di awal rapat.
Tito langsung mengawali paparannya dengan prestasi dan penghargaan atas capaian kinerja Kemendagri 2024. Melalui layar lebar di ruang rapat, Tito memamerkan delapan prestasi dan penghargaan yang diraih Kemendagri.
Usai memamerkan prestasi dan penghargaan, Tito memaparkan pagu dan realisasi anggaran Kemendagri 2024. Realisasi anggaran Kemendagri tahun 2024 mencapai 96,45 persen dari total pagu alokasi anggaran Rp 5,20 triliun.
Baca juga : Mega-Jokowi Datang Nggak Ya?
Kata Tito, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata realisasi anggaran secara nasional yang hanya 94,85 persen. Realisasi tersebut pun menempatkan Kemendagri pada peringkat ke-8 dari 21 kementerian/lembaga kategori pagu sedang. Secara keseluruhan, realisasi anggaran Kemendagri berada di peringkat ke-33 dari 86 kementerian/lembaga.
"Kami melihatnya cukup baik, karena di atas rata-rata nasional, dan realisasi belanjanya menunjukkan bahwa kita dapat memanfaatkan anggaran-anggaran yang dialokasikan kepada Kemendagri," kata Tito.
Dia lalu menjelaskan 19 capaian kegiatan prioritas Kemendagri pada 2024. Salah satunya Dana Bantuan Politik (Banpol) yang mencapai Rp 128,4 miliar. Besaran anggaran itu diberikan khusus untuk parpol yang memiliki kursi di DPR.
Kemudian, Tito menjelaskan program kerja Kemendagri 2025 dan efisiensi anggaran. Ia menyebut, anggaran Kemendagri dipangkas hingga 57,46 persen. Dari semula Rp 4,792 triliun menjadi Rp 2,038 triliun.
"Khusus Kemendagri, efisiensinya Rp 2,753 triliun lebih, dari total yang semula pagu anggaran Rp 4,792 triliun. Efisiensinya lebih kurang 57,46 persen, sehingga sisa pagu Kemendagri Rp 2,038 triliun lebih atau 42,54 persen," urai Tito.
Ia merinci item-item yang telah dilakukan efisiensi. Yaitu alat tulis kantor 90 persen, seremonial 56 persen, seminar 45 persen, kajian dan analisis 51,50 persen, diklat dan bimtek 29 persen, honor output kegiatan dan jasa profesi 40 persen, percetakan hasil souvenir 75,90 persen, sewa gedung, kendaraan, dan peralatan 73,30 persen, lisensi aplikasi 27,60 persen, jasa konsultan 45,70 persen, bantuan pemerintah 16,7 persen, pemeliharaan dan perawatan 10,2 persen, perjalanan dinas 53,90 persen, peralatan mesin 28 persen, infrastruktur 34,3 persen, dan belanja lainnya 59,10 persen.
Baca juga : Mirah Sumirat: Kami Khawatir, THR Habis Lebih Awal
"Nilai-nilai yang diperintahkan kepada Kemendagri dan semua K/L untuk melakukan efisiensi untuk masuk supaya bisa masuk di pagu Rp 2,038 triliun tersebut ini dibuatkan exercise dengan pedoman efisiensinya di 16 item," ungkap Tito.
Efisiensi dilakukan di sejumlah unit kerja Kemendagri. Dukcapil, yang semula Rp 2,2 triliun, menjadi Rp 328 miliar. Kesekjenan, yang tadinya Rp 453 miliar, menjadi Rp 279 miliar. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang semula Rp 618 miliar, menjadi Rp 493 miliar. Inspektorat Jenderal dari Rp 84 miliar menjadi Rp 63 miliar. Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, dari Rp 234 miliar menjadi Rp 209 miliar. "Dan ini sebagian besar terutama untuk bantuan partai politik," terang Tito.
Mendengar paparan Tito, Rifqi memberikan apresiasi karena Kemendagri mampu menyerap anggaran hingga 96,45 persen di 2024. Sayangnya, dengan capaian baik di tahun lalu, justru mendapat pemangkasan anggaran di tahun ini.
"Kami mengapresiasi sekaligus sebetulnya agak bersedih, Pak. Karena efisiensi anggaran 57,42 persen, sekarang di Kemendagri tinggal Rp 2.038.635.518.000, dari awalnya Rp 4.792.328.518.000," ucapnya.
Meski begitu, Rifqi memahami bahwa Indonesia tengah mengalami fase yang sulit. Terlebih, dengan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Rifqi juga memahami langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengefisiensi anggaran. Ia mengatakan, Komisi II DPR akan menunggu revisi anggaran dari Kemendagri.
Baca juga : Hariyadi Sukamdani: Perencanaan Bisa Dilakukan Jauh Hari
"Karena itu, Komisi II DPR menunggu revisi anggaran tahun 2025 dari Kemendagri, yang merupakan konsekuensi dari Inpres yang telah diterbitkan Presiden dan surat Kementerian Keuangan beberapa waktu yang lalu terkait efisiensi anggaran," pesannya.
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf juga memahami jika nantinya dana Banpol berkurang karena efisiensi. Sebab, efisiensi ini terjadi di hampir semua kementerian/lembaga.
"Kita harus paham bahwa ini adalah kebijakan Pak Prabowo sebagai Presiden untuk mengetatkan anggaran-anggaran yang tidak perlu," tutur Dede.
Ia yakin, pengurangan anggaran Banpol tidak akan menghambat kinerja partai politik. "Kita mengembalikan kepada partai-partai politik untuk memiliki kebijaksanaan agar bantuan-bantuan yang terkurangi tetap tidak menghalangi kinerja mereka," imbuhnya.
Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan, efisiensi anggaran merupakan bagian dari kebijakan Presiden yang bertujuan untuk memprioritaskan program-program penting. Seperti Program Makan Bergizi Gratis. Menurut Doli, pemangkasan anggaran yang sebagian dialihkan untuk kepentingan rakyat harus diterima dengan lapang dada oleh partai politik. Sebab, partai politik tidak boleh mengutamakan kepentingan internal di atas kepentingan rakyat.
"Kita sama-sama tahu bahwa anggaran ini memang dikembalikan untuk rakyat. Kalau memang anggaran partai politik dikurangi demi kepentingan rakyat, kami ikhlas-ikhlas saja," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.