RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Social Insight (IDSIGHT) merilis daftar peringkat menteri terbaik di awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka, berdasarkan hasil riset yang dilakukan.
“Di antara 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, peringkat terbaik paling tinggi diraih oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 65,4 persen,” ungkap Direktur Komunikasi IDSIGHT Johan Santosa, Jumat (7/2/2025).
Sudah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), keandalan Sri Mulyani dalam menjaga postur keuangan negara diakui secara luas oleh publik.
Hanya saja, terdapat cukup banyak penilaian negatif, yakni 25,8 persen, khususnya berkaitan dengan sentimen publik tentang pajak yang berkaitan pula dengan rencana penerapan PPN 12 persen.
“Dan aplikasi digitalisasi perpajakan Coretax yang dinilai belum siap untuk digunakan,” jelas Johan.
Peringkat terbaik kedua diduduki oleh Erick Thohir dengan 61,2 persen, kembali menduduki posisi Menteri BUMN yang sudah disandang sejak masa Presiden Jokowi periode kedua.
Baca juga : Pakai Data TunggaL BPS, Menteri Ara Geber Pembangunan 3 Juta Rumah MBR
Latar belakang Erick Thohir sudah dikenal luas sebelumnya sebagai pengusaha dan pebisnis olahraga, hingga kini menjabat ketua umum PSSI.
Penilaian tertinggi berikutnya disandang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan.
Sebelumnya, AHY diangkat Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN tidak lama setelah selesainya gelaran Pilpres 2024, kali ini bersama para petinggi partai politik lainnya diberi amanat menduduki posisi Menko, dengan bidang infrastruktur dan pembangunan wilayah.
Tingginya penilaian publik terhadap AHY itu tidak lepas dari isu kepemimpinan nasional.
“AHY digadang-gadang sebagai rising star pada Pilpres mendatang, lebih-lebih dengan latar belakang militer seperti halnya Prabowo dan SBY,” tandas Johan.
Menteri-menteri lain yang mendapat penilaian terbaik antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya imam Masjid Istiqlal (58,5 persen), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (57,1 persen), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah (54,2 persen), dan Menteri Luar Negeri Sugiono (51,6 persen).
Baca juga : Anggaran Dipotong, Para Menteri Tidak Berani Protes
Selain itu, ada pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman (56,7 persen), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (50,7 persen), dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga mantan ketua umum Golkar (48,8 persen).
Amran membidangi pertanian sejak periode pertama Jokowi, dan kembali diangkat setelah penggantinya Syahrul Yasin Limpo menjadi tersangka korupsi.
“Swasembada pangan menjadi fokus dalam kebijakan ekonomi Presiden Prabowo, di mana program MBG diperkirakan bakal memperbaiki produksi dan rantai pasok berbagai komoditas pangan,” ungkap Johan.
IDSIGHT melakukan riset dengan mencuplik konten media sosial yang dibuat pada pertengahan Januari 2025, dengan pertimbangan hampir semua kementerian/badan telah selesai dengan penataan organisasi dan para menteri/kepala badan telah banyak melakukan aktivitas publik, terlebih bagi nama-nama baru yang kurang dikenali umum.
Riset dilakukan dengan pengumpulan data dari 4 platform media sosial, yaitu Instagram, Twitter/X, Facebook Fanpage, dan Tiktok.
Berdasarkan laporan Data Digital Indonesia 2024 yang dirilis oleh We Are Social, keempat platform tersebut paling banyak digunakan dan menjadi favorit oleh masyarakat Indonesia dari rentang usia 14-64 tahun.
Baca juga : Tangani Banjir Grobogan, Kementerian PU Perbaiki Tanggul Jebol
Data mencakup konten dari akun resmi media sosial yang dimiliki menteri/kepala badan, atau akun yang dibuat oleh komunitas fanbase yang aktif membagikan konten pejabat bersangkutan.
Jika tidak tersedia, data diambil dari konten kementerian/badan. Pengukuran kinerja dilakukan dengan analisis sentimen yang memberikan nilai positif, netral, dan negatif terhadap tanggapan publik terhadap konten/postingan yang dibuat tersebut.
Analisis dibantu dengan mesin in-depth social media analytics yang bisa membaca isi percakapan dengan memahami emosi manusia.
Meskipun tidak menggambarkan keseluruhan populasi, penggunaan media sosial di Indonesia mempunyai jangkauan yang sangat luas dan mencerminkan beragam opini publik.
Dengan mengkombinasikan persepsi yang terbentuk dari 4 platform dengan karakteristik pengguna yang berbeda-beda, diasumsikan bisa didapatkan gambaran yang lebih objektif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.