RM.id Rakyat Merdeka - Sekuriti atau petugas keamanan di salah satu kantor di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Maswi, berharap Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK2 tidak dihentikan. Sebab, hal itu bisa membuatnya kehilangan pekerjaan.
Menurut dia, selama ini keberadaan PIK banyak memberikan lapangan kerja bagi warga di kawasan pesisir laut Tangerang.
“Untuk nyari kerjaan sekarang kan susah juga, ya khawatir juga (kehilangan pekerjaan),” kata Maswi.
Dia mengaku menjadi tumpuan yang menghidupi keluarganya. Sehingga ia khawatir, isu penghentian PSN PIK2 akan berdampak pada mata pencahariannya.
Baca juga : Kementerian PU Selesaikan Pembangunan Pasar Banjarsari Pekalongan
Maswi mengaku tidak tahu menahu persoalan PSN PIK2. Ia hanya tahu bahwa keberadaan PIK2 telah memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan mata pencaharian.
“Kalau yang begitu-begitu biar orang atas saja, saya cuma sekuriti yang jaga keamanan,” ungkap warga Pakuhaji, Tangerang tersebut.
Diakui Maswi, keberadaan PIK2 telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekelilingnya. Menurutnya, banyak tetangga maupun teman, yang juga bekerja di PIK2. “Ya banyak yang kerja di sini,” tutur Maswi.
Tokoh agama Teluk Naga, Fahmi Ardi, berharap PSN PIK2 tidak dihentikan. Hal ini karena warga setempat punya harapan PSN bisa memperbaiki kehidupan mereka.
Baca juga : Ancam Menteri yang Ogah Kerja, Prabowo: Saya Akan Singkirkan
Fahmi mengatakan, warga setempat berharap PSN bisa membawa kemajuan buat mereka.
Dicontohkannya, Serpong dahulu disebut udik atau tertinggal. Tapi dengan adanya investor dan pembangunan di sana, menurut Fahmi, Serpong menjadi maju.
“Padahal wilayah kita berdekatan dengan bandara internasional maupun memiliki laut,” jelas Fahmi.
Jika PSN maupun pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dihentikan, Fahmi yakin akan muncul reaksi keras dari masyarakat setempat.
Baca juga : Isu Penghentian PSN PIK 2 Bikin Pekerja Khawatir
Penyebabnya, PIK 2 sudah memberikan manfaat besar bagi warga setempat. Khususnya dalam penyediaan lapangan kerja maupun bantuan-bantuan lain yang bermanfaat bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.