BREAKING NEWS
 

Dikumpulkan Presiden, Ratusan Hakim Juga Antre Masuk Istana

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 21 Februari 2025 08:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra saat ditemui usai menghadiri pertemuan para hakim dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Foto: ANTARA/Fathur Rochman/pri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah melantik 961 kepala daerah, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agendanya dengan bertemu para hakim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025) sore. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan berbagai program pemerintah dan tantangan yang dihadapi.

Pertemuan Prabowo dengan para hakim dimulai pukul 15.00 WIB. Setengah jam sebelum acara, para hakim sudah berdatangan. Sebagian mengenakan batik lengan panjang, lainnya mengenakan pakaian dinas militer. Mereka tampak antre di mesin pendeteksi logam untuk pemeriksaan keamanan. Antrean cukup panjang hingga terlihat dari area pilar Istana.
Sejumlah menteri turut hadir dalam pertemuan ini. Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, tampak berjalan bergegas menuju lokasi acara.

Saat ditanya tentang agenda pertemuan, Yusril menjelaskan bahwa Presiden akan bertemu dengan para hakim. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang akan disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Baca juga : Diperiksa KPK 8 Jam, Hasto Akhirnya Ditahan

“Kita dengar nanti apa saja yang disampaikan,” ujar Yusril, singkat.

Tak lama berselang, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas tiba di lokasi. Menteri asal Partai Gerindra ini juga irit bicara mengenai agenda pertemuan. “Kami diminta mendampingi Presiden,” ujarnya singkat.

Menjelang petang, Yusril keluar dari ruang pertemuan. Kepada wartawan, Yusril menyampaikan pesan Presiden kepada para hakim.

Baca juga : 961 Kepala Daerah Berbaris Masuk Istana

Menurut Yusril, dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran negara. Prabowo mengungkapkan, sekitar 30 persen dari APBN selama ini mengalami kebocoran. Prabowo juga menyoroti anggaran yang terlalu banyak pengeluaran untuk hal-hal yang tidak perlu dan mendesak.

Di saat yang sama, lanjut Yusril, Presiden menekankan negara membutuhkan investasi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama ini, Indonesia terlalu bergantung pada investasi asing.

“Karena itu, efisiensi anggaran dilakukan agar dana yang dihemat dapat dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek dalam negeri serta program unggulan pemerintah,” kata Yusril.

Baca juga : Golkar Hormati Keputusan Prabowo

Yusril menjelaskan, dalam satu tahun ke depan, pemerintah akan berinvestasi dalam sekitar 34 hingga 35 megaproyek. Proyek-proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, dengan target pertumbuhan mencapai 8 persen.

Adsense

Lebih lanjut, Yusril menyebut, Indonesia telah memiliki Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang bertugas mengelola investasi pemerintah. “Presiden juga menekankan kekuatan ekonomi Indonesia kini berada di peringkat keenam terbesar di dunia,” kata Yusril.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense