BREAKING NEWS
 

Ungkap Modus Kejahatan Keuangan Di Bulan Ramadan

OJK Minta Masyarakat Selalu Waspada

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 6 Maret 2025 07:25 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Instagram/fridericawidyasari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat waspada dan segera melapor, bila menemukan adanya dugaan kejahatan keuangan. Pasalnya, aksi dan modus kejahatan keuangan diperkirakan semakin marak jelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan, kejahatan keuangan cenderung meningkat saat Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Menurut dia, hal itu disebabkan oleh meningkatnya aktivitas transaksi dan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, ungkap Friderica, sedikitnya ada sepuluh modus kejahatan keuangan yang rawan terjadi di Bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Di antaranya, modus arisan untuk persiapan menyambut Idul Fitri, investasi bodong dengan iming-iming imbal balik yang tinggi, dan modus social engineering, atau memanipulasi psikologis korban untuk mendapat data dan informasi pribadi.

Selain itu, lanjut dia, modus skimming dan phising melalui pencurian data kartu ATM atau kartu kredit, modus card tapping, dan modus sniffing atau tindakan penyadapan oleh hacker menggunakan jaringan internet.

Baca juga : Daya Beli Meningkat, Manufaktur Tumbuh

“Ada juga modus penawaran Tunjangan Hari Raya (THR) melalui pesan palsu, yang mengatasnamakan perusahaan atau instansi, dan modus penipuan keuangan berupa transfer dana dari pinjaman online (pinjol) ilegal kepada orang yang tidak pernah mengajukan pinjaman,” tutur Friderica dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/3/2025).

Mengenai kegiatan aktivitas keuangan ilegal, tambah dia, penawaran pinjol ilegal biasanya semakin marak jelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri. “Sebab itu, kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan aspek 2 L (legal dan logis) dari setiap penawaran yang diterima. Pemastikan melalui Kontak Layanan Konsumen OJK di nomor telepon 157,” ujar Friderica.

Terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni Primanto Joewono juga mengungkap hal serupa. Berdasarkan data yang mereka miliki, salah satu modus yang marak adalah transaksi dengan uang palsu (upal).

Adsense

“Selama Ramadan dan Idul Fitri isu peredaran uang palsu selalu muncul. BI mengantisipasinya dengan meminta 46 kantor wilayah memberi edukasi dan literasi uang dengan 3D: dilihat, diraba, diterawang. Sampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga : Duh, Alat Pengeras Suara Peringatan Banjir Rusak

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Indramayu, AKP Hillal Adi Imawan membenarkan, kejahatan Upal umumnya muncul di Bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri. Salah satunya, ungkap dia, pihaknya berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

“Dalam kasus ini, seorang pelaku berhasil diamankan beserta ratusan lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah,” ujar Hillal.

Saat ini, sambung dia, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran upal tersebut, termasuk mengetahui asal-usul uang palsu yang diduga akan disebarkan jelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan teliti dalam menerima uang,” imbuhnya.

Baca juga : OJK Happy Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid

Maraknya kasus penipuan dan kejahatan keuangan jelang Idul Fitri, juga ramai diperbuncangkan netizen di media sosial X. “Hati-hati kawan, kadang konsentrasi kita kurang di bulan puasa. Pengalaman dagang kemarin, ada yang beli rokok bayar pakai upal. Itu baru ketahuan saat malam, waktu ngitung duit warung,” ungkap akun @8weikjasjkaskl_.

“Bukan cuma soal upa, kak. Kejahatan saat Ramadan harus diwasapdai. Kemarin, gue dapat wa dari nomor nggak dikenal, bilang gur dapatvhadiah THR dari perusahaan bla-bla-bla. Langsung gue blokir tuh nomor,” timpal akun @magnettttoe.

“Kenapa banyak yang nawarin KTA, ya. Bilang KTA dari bank ini dan bank itu. Tapi, kalau dilihat nomornya, itu nomor umum. Penipuan atau mereka tahu masyarakat lagi butuh duit. Waspada ya, guys,” tulis akun @mammahputri2021. “Makin kesini iklan pinjol sama judol muncul terus di komentar medsos, nyebelin banget. Orang lagi puasa, bikin emosi aja,” ujar akun @hungryhurtssss. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense