RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) melakukan silaturahmi ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. BP Haji datang untuk meminta nasihat dan dukungan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji.
Dalam pertemuan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kepala BP Haji, Moch Irfan Yusuf menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah ini dengan optimal.
“Kami datang untuk meminta nasihat dan dukungan. Haji bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga tanggung jawab besar dunia dan akhirat. Dengan kolaborasi ini, kami berharap penyelenggaraan haji dapat lebih profesional dan sesuai harapan Presiden serta umat Islam Indonesia,” ujar Irfan dalam keterangan resmi Jumat (7/3).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyambut baik komitmen BP Haji dan menegaskan pentingnya pengelolaan haji yang matang, mengingat kompleksitasnya yang mencakup aspek syariah, sosial, ekonomi, dan politik.
Baca juga : Prabowo Ketemu 8 Pengusaha Besar Bahas Ekonomi Dan Investasi
“Haji bukan hanya ibadah, tetapi juga bagian dari identitas keagamaan umat Islam Indonesia. Oleh karena itu, bimbingan syariah yang optimal dan tata kelola yang profesional sangat diperlukan,” ujarnya.
Haedar juga menekankan, pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana haji, mengingat besarnya perputaran dana dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Dari sisi politik, ia menyoroti bahwa penyelenggaraan haji melibatkan kebijakan pemerintah, peran DPR, serta diplomasi dengan Arab Saudi, sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih profesional.
Selain itu, Haedar menegaskan, bahwa di balik semua itu, cita-cita teologis terbesar umat Islam di mana pun adalah berhaji. Oleh karena itu, penyelenggaraan haji harus dikelola dengan sistem yang baik dan tidak bisa dilakukan secara instan.
Baca juga : 30 Tahun Temani Nasabah, DPLK BNI Sabet Penghargaan Brand for Good
“Dalam konteks ini, BP Haji memperoleh harapan lebih besar untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih baik, termasuk mengurai antrean panjang jemaah haji yang semakin meningkat, khususnya dengan mayoritas calon jemaah berusia 50 tahun ke atas,” tambahnya.
Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan, bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya reformasi dalam pengelolaan haji, dengan fokus pada efisiensi dan profesionalisme.
“BP Haji telah menyiapkan strategi EMAN (Efisien, Aman, Nyaman) serta Visi Tri Sukses, Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi Haji, dan Sukses Peradaban,” jelasnya.
Dalam pertemuan ini, juga dibahas dukungan Muhammadiyah terhadap revisi Undang Undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, agar BP Haji RI dapat Optimal menjalankan tugasnya secara penuh sesuai mandat Presiden.
Baca juga : Menhan Sjafrie & Dubes Iran Bahas Penguatan Kapabilitas Pertahanan
Selain itu, dibahas wacana pelaksanaan Dam di Indonesia sebagai solusi atas berbagai kendala di Arab Saudi, demi optimalisasi manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat di Tanah Air.
Diakhir pertemuan, Haedar kembali menegaskan, bahwa Muhammadiyah siap mendukung dan mendoakan BP Haji agar menjadi tonggak baru dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia, dengan pelayanan yang lebih profesional, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi umat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.