RM.id Rakyat Merdeka - Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut, inspeksi minyak goreng bersubsidi 'Minyakita' yang tidak sesuai ukuran adalah langkah untuk melindungi masyarakat.
Menurut Fahmi, penemuan ini bukan hanya masalah harga, tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas produk dan pengawasan distribusinya.
Baca juga : Lagi! Mentan Temukan MinyaKita Kurang Takaran, Tapi Harga Sesuai HET
"Minyakita yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, justru mengalami penyimpangan yang merugikan konsumen," kata Fahmi kepada wartawan, Selasa (11/3).
Sebelumnya, pada Sabtu (8/3), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan inspeksi Minyakita di Pasar Lenteng Agung. Di momen tersebut, ditemukan penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan volume yang berkurang dari takaran seharusnya.
Baca juga : Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera Dan Kesiapan Tol Fungsional
"Menteri Amran Sulaiman dengan sigap mengidentifikasi masalah, sementara Kapolri segera mengerahkan Satgas Pangan untuk melakukan penyelidikan," sambungnya.
Lebih lanjut, menurutnya, respons cepat ini pemerintah ini membuktikan sikap yang bukan hanya reaktif tetapi juga proaktif mengatasi potensi ancaman terhadap keamanan pangan.
Baca juga : Menperin: Industri Manufaktur Serap 1,08 Juta Tenaga Kerja Baru Tahun Lalu
Dengan demikian, pemerintah secara nyata hadir untuk melindungi rakyat dengan memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang melanggar hukum.
"Pemerintah, dengan langkah tegas ini, menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat dari praktik-praktik merugikan. Dengan penyitaan barang bukti dan penyelidikan mendalam terhadap produsen yang terlibat, pemerintah mengirimkan pesan bahwa ketegasan dalam menghadapi pelanggaran hukum tetap menjadi prioritas," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.