Dark/Light Mode

Bicara Kasus Korupsi Minyak Mentah

Dirut Pertamina Terpukul Dan Minta Maaf

Selasa, 4 Maret 2025 08:10 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (tengah) didampingi Wakil Dirut Pertamina, Wiko Migantoro (kiri) dan Pelaksana Tugas Harian (Pth) Dirut Pertamina Patra Niaga Mars, Ega Legowo Putra (kanan) saat konferensi pers yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025). (Foto: Humas Pertamina)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (tengah) didampingi Wakil Dirut Pertamina, Wiko Migantoro (kiri) dan Pelaksana Tugas Harian (Pth) Dirut Pertamina Patra Niaga Mars, Ega Legowo Putra (kanan) saat konferensi pers yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025). (Foto: Humas Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bicara kasus korupsi minyak mentah yang sedang diusut Kejaksaan Agung (Kejagung). Simon mengaku terpukul dan meminta maaf.

Simon menggelar jumpa pers membahas kasus korupsi minyak mentah di Grha Pertamina, Senin (3/3/2025). Simon didampingi Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro, dan Pelaksana tugas harian Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Elga Legowo Putra.

Simon dan Wiko kompak mengenakan setelan pakaian kemeja putih lengan pendek dan celana panjang hitam. Sementara, Mars Elga mengenakan setelan kemeja putih lengan pendek yang dipadukan dengan celana panjang biru tua. 

Baca juga : Tetapkan 5 TSK Kasus LPEI, KPK Juga Garap Triliunan

Mereka memberikan keterangan pers dengan posisi berdiri. Simon berada di paling depan. Sedangkan Wiko dan Mars Ega mengapit Simon di belakangnya.

Dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 12 menit itu, Simon meminta maaf hingga tiga kali. Dia menyayangkan, di Pertamina terjadi korupsi pengadaan minyak mentah.

“Saya Simon Aloysius Mantiri sebagai Dirut Pertamina menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ujar Simon.

Baca juga : PPP Puji Prabowo Bisa Merajut Kebersamaan

Simon menyebut peristiwa ini merupakan pukulan dan hal paling menyedihkan bagi Pertamina. Meski menjadi aib bagi Pertamina, dirinya tetap mengapresiasi penindakan yang dilakukan Kejagung.

Simon mendukung proses hukum yang tengah berlangsung. Ia juga berjanji akan membantu Kejagung jika membutuhkan tambahan keterangan maupun data-data agar prosesnya berjalan lancar.

Simon menegaskan, Pertamina akan selalu mengedepankan prinsip Good Corporate Governance. Sehingga, kasus ini akan dijadikan momentum memperbaiki diri. “Kami sangat menyadari, kejadian kemarin sangat membuat resah di masyarakat,” akunya.

Baca juga : Gubernur Jawa Barat: Kami Akan Turun Tangan

Dalam kesempatan itu, Simon juga menyinggung soal kualitas BBM Pertamina yang jadi sorotan masyarakat karena diduga hasil oplosan.

Menurutnya, Pertamina terus bekerja keras menghadirkan produk berkualitas sesuai standar yang diterbitkan Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Hal itu bisa dilihat dari pengujian sampel yang dilakukan Lemigas baik di Terminal BBM Plumpang maupun di 33 SPBU Pertamina di Jakarta, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. “Namun, itu tentunya mendorong kami untuk terus melakukan pendampingan ataupun melakukan uji di seluruh SPBU Pertamina yang berada di seluruh wilayah Nusantara,” tambah Simon.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.