RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya peran teknologi pemerintahan (Govtech) dalam meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan.
“Digitalisasi yang lebih baik akan mempercepat transformasi berbagai sektor dan mendorong ekonomi nasional,” ujar Luhut via Facebook, Rabu (12/3).
Luhut menekankan pentingnya Govtech dalam pertemuannya dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Luhut mengatakan, pertemuan ini untuk membahas sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui program prioritas nasional.
Baca juga : Kemenag-BI Sinergi Kembangkan Zakat dan Wafat jadi Pilar Ekonomi Nasional
Selain itu, pertemuan juga membahas Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil serta menekan angka kemiskinan hingga 2,6 persen.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 171 triliun dan target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang, program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat.
Dari pengamatannya di lapangan, Luhut menyebut bahwa MBG memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menyerap hasil produksi dalam negeri seperti beras, telur, dan ayam.
Program ini juga diyakini dapat menciptakan lapangan kerja, menurunkan ketimpangan hingga 3,6 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Baca juga : Luhut: Program MBG Berdampak Nyata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Saat ini, MBG telah berjalan di 38 provinsi dengan 2 juta penerima manfaat melalui 722 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memastikan kualitas makanan serta kelancaran distribusi.
Pemerintah menargetkan hingga akhir 2025, sebanyak 32 ribu SPPG akan beroperasi guna melayani lebih banyak masyarakat.
Guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, Luhut meminta BGN untuk melakukan audit bertahap, agar tata kelola tetap kuat dan akuntabel.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak lepas dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri.
Baca juga : Indonesia-Vietnam Perkuat Kemitraan Bidang Teknologi Ekonomi Digital
“Kehadiran MBG bukan hanya sekadar program sosial, tetapi juga penggerak roda perekonomian daerah yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Luhut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.