Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia-Vietnam Perkuat Kemitraan Bidang Teknologi Ekonomi Digital
Senin, 10 Maret 2025 23:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Vietnam memperkuat kemitraan strategis, khususnya di bidang teknologi untuk sektor ekonomi digital. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, dengan populasi anak muda yang besar dan semakin melek teknologi, Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi digital di kawasan ASEAN.
"Saat ini, kerja sama antara kedua negara masih terbatas pada perdagangan dan investasi. Dengan populasi anak muda yang besar dan semakin melek teknologi, Indonesia dan Vietnam memiliki potensi untuk menjadi pusat ekonomi digital ASEAN," ujar Airlangga, dalam High Level Business Dialogue bertajuk "Vietnam and Indonesia: A Partnership for Progress and Prosperity", di Jakarta, Senin (10/3/2025), seperti dikutip Antara.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara dalam mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor teknologi, termasuk pengembangan ekonomi digital dan industri semikonduktor.
Dengan potensi besar dalam ekonomi digital tersebut, Indonesia dan Vietnam menegaskan pentingnya mempercepat kerja sama dalam ekonomi digital dengan menandatangani Letter of Intent (LoI) tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas di Bidang Teknik dan Ekonomi Digital.
Baca juga : Eksplorasi Pertamina Di Laut Natuna Perkuat Ketahanan Energi Naasional
LoI ini ditujukan untuk mengembangkan kapasitas insinyur dan bakat di bidang teknologi, mempromosikan inisiatif ekonomi digital termasuk tekologi komunikasi informasi (ICT), semikonduktor, dan industri kendaraan listrik, serta mengeksplorasi kolaborasi potensial.
Selain itu, kerja sama di bidang digital turut didukung dengan percepatan adopsi transaksi digital lintas batas. ASEAN saat ini tengah mempersiapkan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA), yang akan ditandatangani pada KTT ASEAN tahun ini. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat integrasi ekonomi digital di kawasan dan membuka peluang lebih besar bagi bisnis digital di Indonesia dan Vietnam.
Airlangga juga menyoroti peran perusahaan teknologi dalam memperkuat kolaborasi bilateral. Salah satu contoh nyata adalah ekspansi perusahaan teknologi Vietnam, FPT (Financing dan Promoting Technology), yang telah memperluas jaringan bisnisnya di Indonesia.
Langkah ini mencerminkan semakin eratnya sinergi dalam bidang teknologi dan ekonomi digital antara kedua negara.
Baca juga : Dukung Ekonomi RI, Sampoerna Perkuat Kolaborasi Dan Digitalisasi
Airlangga menjelaskan, dengan populasi gabungan mencapai hampir 400 juta jiwa, Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Pada 2024, perdagangan bilateral kedua negara terus meningkat dengan total perdagangan mencapai 15 miliar dolar AS.
Investasi kedua negara terus meningkat dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, infrastruktur, manufaktur, dan teknologi. Salah satu proyek investasi strategis yang berjalan yakni pembangunan pabrik kendaraan listrik VinFast di Subang, Jawa Barat, yang mencerminkan semakin eratnya kerja sama di sektor transportasi berkelanjutan.
Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian dalam kerja sama bilateral ini. Maskapai penerbangan nasional dari kedua negara, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia, terus memperluas kolaborasi guna meningkatkan jumlah wisatawan antara Indonesia dan Vietnam.
Airlangga menyebutkan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk mendukung ekonomi kedua negara. Indonesia akan mengoptimalkan pemanfaatan Perjanjian Perdagangan ASEAN (ATIGA) yang memungkinkan tarif 0 persen pada 99,8 persen komoditas guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
Baca juga : BRI Dan Blue Bird Perkuat Kerja Sama Hadirkan Solusi Keuangan Digital Bagi Pengemudi
Airlangga menambahkan, Indonesia dan Vietnam perlu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi guna memperkuat daya saing produk di pasar global.
Misalnya, mobil listrik Vietnam (VinFast) yang telah memasuki pasar Indonesia, atau farmasi hewan Indonesia (VAKSINDO) yang baru saja menyelesaikan pembangunan pabrik vaksin hewan terbesar di Vietnam.
Menko Airlangga juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam kerja sama perdagangan, termasuk adanya berbagai kebijakan Non-Tariff Measures (NTM).
Oleh karena itu, diperlukan diskusi dan konsultasi lebih lanjut untuk mengatasi kendala tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya