Dark/Light Mode

Presdir TMMIN: Mobil Ramah Lingkungan Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Sabtu, 15 Februari 2025 07:48 WIB
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto. (Foto: Ist)
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto menyoroti, pentingnya inovasi dan adaptasi di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia pada 2024.

Dari kenaikan harga beras yang memengaruhi daya beli masyarakat hingga gejolak ekonomi global, menurutnya, situasi saat ini memang kompleks. Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar, terutama di sektor otomotif dengan perkembangan kendaraan ramah lingkungan.

Baca juga : PEP Sukowati Field Gelar Panen Raya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

“Industri otomotif, khususnya kendaraan ramah lingkungan, memiliki potensi besar untuk mengubah perekonomian kita. Teknologi terbaru dalam kendaraan listrik, hybrid, dan hidrogen memungkinkan penurunan emisi yang signifikan, sekaligus memberi konsumen lebih banyak pilihan dalam solusi mobilitas yang lebih bersih,” ujar Nandi pada acara talkshow multi-pathway membahas buku tentang Multi-pathway for Car Electrification di Carbon Neutrality Mobility Event yang digelar oleh Toyota Indonesia, Jumat (14/2/2025).

Nandi menegaskan, pendekatan multi-pathway sangat penting dalam upaya mengurangi emisi karbon. Dengan menyediakan berbagai pilihan kendaraan—mulai dari listrik, hybrid, hingga berbasis hidrogen—masyarakat dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca juga : Jabar Targetkan Investasi Rp 270 Triliun untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025

“Sektor transportasi menyumbang sekitar 28 persen dari total emisi karbon global. Ini adalah tantangan besar yang harus kita atasi dengan mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan dan memanfaatkan energi terbarukan seperti hidro, angin, dan surya,” tambahnya.

Menurut Nandi, transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh industri otomotif. Kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan pelaku industri sangat krusial untuk mewujudkan ekosistem kendaraan berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga : Kapolri: Sinergi Ulama-Polri Jaga Keamanan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Semua ini hanya bisa tercapai jika kita bekerja bersama. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan investasi yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.