RM.id Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaksanakan kunjungan lapangan ke perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Kegiatan ini dalam rangka merespons berbagai isu strategis terkait batas wilayah, serta aktivitas di kawasan perbatasan.
Dalam kunjungan ini, BNPP menemukan beberapa warga Timor Leste yang menggarap lahan di segmen sengketa Noelbesi-Citrana, Naktuka, Amfoang Timur, Kupang, NTT.
Sehingga menyulitkan warga Indonesia di Naktuka yang hendak melakukan aktivitas serupa akibat tindakan pengamanan dari Polisi Perbatasan Timor Leste atau Unidade de Patrulhamento da Fronteira (UPF).
Baca juga : Kunjungi Puskesmas Tanara Di Banten, Wapres Harap Sosialisasi CKG Ditingkatkan
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin menggelar pertemuan lintas sektor untuk membahas temuan pihaknya. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan kementerian/lembaga, Pemerintah Provinsi NTT, unsur TNI, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Nurdin menjelaskan BNPP mendorong kementerian/lembaga terkait untuk mengambil langkah diplomatik. Caranya dengan menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Timor Leste atas perilaku warganya yang tidak menaati kesepakatan terkait wilayah sengketa.
"Selain itu, Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan proposal pengaturan khusus (special arrangement) guna menjamin akses dan hak masyarakat adat kedua negara yang hendak masuk ke wilayah sengketa," kata Nurdin dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025).
Terkait aspek keamanan, kata Nurdin, BNPP akan berkoordinasi dengan satuan tugas pengamanan perbatasan guna memastikan perlindungan bagi warga adat Natuka yang ingin mengunjungi lahan sengketa Noelbesi-Citrana.
Baca juga : Ketum Bahlil Perintahkan Kadernya Turun Ke Bawah Selama Ramadan
Selanjutnya, kunjungan yang dilakukan pada segmen Haumeniana-Passabe, BNPP turut menyerap aspirasi masyarakat setempat yang menolak hasil survei batas negara yang dilakukan pada 24 November 2023 oleh Badan Informasi Geospasial RI bersama Pemerintah Timor Leste.
"Terdapat delapan kepala keluarga di Desa Haumeni Ana yang menyampaikan kekhawatiran bahwa tanah mereka akan masuk ke wilayah Timor Leste jika MoU batas negara ditandatangani. Mereka menolak relokasi maupun ganti rugi, akan tetapi BNPP RI akan terus mengawal proses ini agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat perbatasan," tutur Nurdin.
Selain itu, BNPP juga mengadakan pertemuan dengan Direktur Autoridade Alfandega (Otoritas Bea Cukai) Oecusse, Timor Leste, Joaquim Gonsalves Dos Reis, guna membahas operasional perlintasan antara RI-Timor Leste.
"BNPP RI memastikan bahwa operasional pelayanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan dan Posto Integrado Oesilo akan kembali beroperasi pada 10 April 2025. Pembukaan ini diharapkan dapat memperlancar lalu lintas warga antar negara serta meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan," jelas Nurdin.
Baca juga : Menkop: Kerja Sama Pemerintah dan Koperasi Bantu Stabilkan Harga Telur Jelang Ramadan
Kemudian, BNPP juga berkesempatan untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan penyesuaian jam operasional pelayanan lintas batas di PLBN Motaain. Hal ini merupakan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan penambahan waktu jam operasional di setiap PLBN wilayah NTT.
Sebagai tindak lanjut, petugas CIQS di PLBN Motaain telah memperpanjang jam layanan, dari sebelumnya tutup pada pukul 16.00 WITA menjadi pukul 17.00 WITA. Namun, pihak Timor Leste masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat di Dili untuk menyesuaikan operasional di sisi mereka.
"Kunjungan ini menegaskan peran strategis BNPP dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah perbatasan serta mengupayakan solusi diplomatik dalam pengelolaan batas negara," jelas Nurdin.
Ke depan, BNPP terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan memperkuat kerja sama dengan Timor Leste demi terciptanya perbatasan yang aman, tertib, dan kondusif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.