RM.id Rakyat Merdeka - Danantara yang diproyeksikan mengelola aset negara dengan nilai mencapai Rp 8.938 triliun atau sekitar 604 miliar dolar AS, dinilai berpotensi besar untuk menarik investor dari Timur Tengah.
Dengan pengelolaan Asset Under Management (AUM) senilai 900 miliar dolar AS, Danantara diharapkan mampu mendukung 15-20 proyek strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Jika dikelola dengan baik, Danantara berpotensi menjadi salah satu sovereign wealth fund (SWF) terbesar ketujuh di dunia.
Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Risza menyoroti peran strategis Danantara dalam mengembangkan instrumen investasi berbasis syariah guna menarik minat investor global.
Baca juga : Ekonom UGM: Danantara Bisa Cegah Moral Hazard, Pengawasan Lebih Transparan
Salah satu langkah utama yang dapat dilakukan adalah melalui penerbitan sukuk yang dapat masuk ke dalam pangsa pasar keuangan syariah dunia.
“Danantara dapat dimanfaatkan untuk menerbitkan instrumen investasi syariah sehingga dapat menarik investor muslim internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah,” ujar Handi Risza dalam diskusi Overview Ekonomi Ramadan, Jumat (24/3).
Menurutnya, beberapa sektor ekonomi syariah yang potensial didanai Danantara antara lain industri halal food yang pada 2026 diproyeksikan mencapai 1,89 triliun dolar AS, modest fashion 318 miliar dolar AS, serta media dan rekreasi yang diperkirakan mencapai 247 miliar dolar AS.
Baca juga : Di Mandiri Investment Forum, Dirut PLN Ajak Kolaborasi untuk Transisi Energi
Selain itu, industri keuangan syariah global terus mengalami pertumbuhan stabil dalam satu dekade terakhir. Total asetnya telah mencapai 4,5 triliun dolar AS pada 2022, dengan proyeksi peningkatan hingga 7,53 triliun dolar AS pada 2028.
Sektor perbankan syariah mendominasi dengan porsi 72 persen dari total aset, sementara sukuk tumbuh pesat sebesar 11 persen pada 2022.
Handi Risza juga menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam pasar keuangan syariah global. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut, Danantara harus menerapkan strategi yang tepat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.