Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diyakini Dongkrak Kinerja
Investor Tunggu Realisasi Holding BUMN Konstruksi
Jumat, 27 September 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Investor masih wait and see membeli saham konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka masih menunggu arah kebijakan Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, saham perusahaan pelat merah diyakini bakal dilirik investor pasca pembentukan Holding BUMN Konstruksi.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk sukses meraih persetujuan restrukturisasi dari perbankan. Meski begitu, saham konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini di pasar saham belum dilirik investor.
Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, kinerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, yang dinilainya masih berat di semester II-2024.
“Ini akibat beban operasional dan bunga yang masih tinggi,” ujar Teguh kepada Rakyat Merdeka, Kamis (26/9/2024).
Baca juga : Ngeri, Jika Dipake Tol, Jalannya Bisa Goyang
Sebagai informasi, awal bulan ini Waskita Karya telah melakukan restrukturisasi penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) dengan 21 perbankan, dengan nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun. Hal ini diyakini menjadi amunisi untuk mempercepat penyehatan keuangan perusahaan.
Teguh menilai, prospek kinerja BUMN Karya ke depan bergantung pada proyek dan penugasan dari Pemerintah. Raihan nilai kontrak BUMN Karya rata-rata lebih 50 persen dari proyek Pemerintah.
“Meski sebagian perusahaan BUMN menghadapi tantangan utang yang besar, tapi tidak semua BUMN bermasalah,” katanya.
Menurut Teguh, ada sejumlah BUMN dengan kinerja yang mentereng, terutama di sektor perbankan dan pertambangan, yang memiliki utang yang terjaga dengan baik.
Baca juga : Warga Dititipi Ember Isi Telur Nyamuk Wolbachia
Lantas ia menyarankan, ke depan saham-saham BUMN di era Pemerintahan baru, mampu memperbaiki posisi utang dan struktur permodalan. Hal ini agar investor tertarik melirik saham BUMN.
“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat indikator Debt Equity Ratio (DER) maksimal dua kali. Kata kuncinya, cari perusahaan BUMN yang utangnya aman,” ujarnya.
Ia mengatakan, bagi investor yang masih tertarik melirik saham BUMN Konstruksi, beberapa pilihan yang dapat dicermati adalah saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP, meski keduanya masih memiliki beban liabilitas yang cukup tinggi.
Sebelumnya, dalam riset Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi mengatakan, investor masih wait and see terhadap saham-saham konstruksi, terutama WIKA, ADHI, dan PTPP.
Baca juga : Garuda Muda Jaga Konsistensi
“Walau banyak sentimen kurang baik membayangi saham-saham konstruksi Tanah Air di sepanjang tahun, tapi masih terdapat harapan adanya pemulihan untuk sektor konstruksi,” yakin Aqil dalam riset yang dikutip, Rabu (25/9/2024).
Di samping itu, sambung Aqil, harus dicermati pula secara fundamental, sektor konstruksi masih terdapat banyak tantangan. Mulai dari target anggaran APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) infrastruktur pada 2025 yang turun 5,5 persen secara tahunan, hingga fokus Pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
Menurutnya, Pemerintahan baru lebih cenderung mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya