BREAKING NEWS
 

RPN Curiga Isu Dwifungsi TNI Untuk Ganggu Pemerintahan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 26 Maret 2025 11:11 WIB
Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) Ikhyar Velayati

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) Ikhyar Velayati curiga dengan dugaan aksi teror kepada media Tempo yang berlangsung di tengah isu penolakan Rancangan Undang Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ikhyar menganalisa, polemik RUU TNI adalah isu elite, dan tidak berpengaruh terhadap rakyat. Saat ini, katanya, rakyat justru sedang menikmati dan menunggu realisasi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, dan sekolah untuk rakyat miskin.

"Lalu tiba-tiba merebak isu bahaya Dwifungsi ABRI secara sistematis, masif, terstruktur, kemudian kantor Tempo dan kontras diteror seakan melegitimasi bahwa ada bahaya Dwifungsi ABRI, strateginya lebay dan mencurigakan," kata Ikhyar dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

Baca juga : Istana Undang Analis, Pemerintah Tidak Anti-Kritik

Menurut aktivis 98 ini, penolakan RUU TNI sebenarnya hanya isu untuk mendelegitimasi Pemerintahan Prabowo-Gibran. "Menurut saya RUU TNI hanya isu antara, target sebenarnya untuk mendelegitimasi Pemerintahan Prabowo yang pro rakyat," jelasnya.

Adsense

Ikhyar menambahkan, sejak Prabowo menjadi Presiden, banyak kebijakan ekonomi politik yang merugikan negara kapitalis maju dan para mafia asing yang selama ini diuntungkan dengan kebijakan yang pro asing.

"Kebijakan Prabowo yang membuat para kapitalis asing beserta anteknya kebakaran jenggot," katanya.

Baca juga : Kementerian PKP Raih Dukungan Internasional untuk Pembangunan Perumahan

Misalnya, bergabungnya Indonesia ke BRICS, hilirisasi di berbagai sektor, penangkapan para koruptor, membongkar mafia migas, kebijakan pro rakyat ini dianggap membuat asing dan para mafia migas ketar ketir dan banyak kehilangan keuntungan.

Karenanya, rangkaian teror yang ditujukan kepada Kontras, juga pengiriman paket kepala babi dan bangkai tikus yang ditujukan kepada kantor media Tempo, hendaknya ditelaah lebih jauh.

Selama ini, berbagai kalangan mengecam aksi teror tersebut dan menilai hal tersebut merupakan cermin terancamnya kebebasan pers dan kemerdekaan berpendapat.

Baca juga : Program INKLUSI Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Kebijakan Inklusif

"Tetapi harus diungkap, otoritas negara termasuk aparat, segera saja investigasi teror agar ketahuan siapa pelaku dan motifnya," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense